search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Tim Transisi Danny-Fatma Rekomendasikan Calon Pejabat Eleson II Diulik Rekam Jejaknya

doelbeckz - Pluz.id Kamis, 18 Februari 2021 19:00
RAPAT. Tim Transisi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar terpilih Moh Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi (Danny-Fatma) kembali melakukan pertemuan reguler di Hotel Teras Kita Makassar, Kamis (18/2/2021). foto: tim media danny-fatma
RAPAT. Tim Transisi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar terpilih Moh Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi (Danny-Fatma) kembali melakukan pertemuan reguler di Hotel Teras Kita Makassar, Kamis (18/2/2021). foto: tim media danny-fatma

PLUZ.ID, MAKASSAR – Tim Transisi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar terpilih Moh Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi (Danny-Fatma) kembali melakukan pertemuan reguler di Hotel Teras Kita Makassar, Kamis (18/2/2021).

Agenda kali ini adalah penyusunan kriteria calon Pejabat Eselon II yang akan memimpin Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kota Makassar.

Tim transisi menyusun kriteria tambahan, di luar syarat formal yang sebelumnya telah diatur dalam Undang-Undang (UU) Aparatur Sipil Negara (ASN) terkait jabatan dan kepangkatan. Tim transisi juga melakukan evaluasi untuk selanjutnya menorehkan sejumlah rekomendasi ke wali kota terpilih.

Contohnya, masih adanya 16 jabatan eselon II di Pemkot Makassar yang kosong hingga saat ini. Beberapa kepala OPD yang rangkap jabatan mengakibatkan kinerja dan pelayanan yang tidak maksimal.

Terkait penyusunan kriteria calon pejabat eselon II yang akan menduduki berbagai jabatan strategis di lingkup Pemerintahan Kota (Pemkot) Makassar, tim transisi merekomendasikan beberapa poin penting yang diharapkan menjadi salah satu acuan wali kota terpilih untuk memilih pejabatnya.

Acuan yang dibuat tim transisi tidak lepas dari keinginan wali kota terpilih untuk melakukan reformasi birokrasi di Pemkot Makassar. Sebab, dari hasil evaluasi yang dilakukan tim transisi kinerja aparatur pemkot yang dinilai belum optimal.

Anggota Tim Transisi Danny-Fatma yang juga Pakar Hukum Tata Negara dari Universitas Hasanuddin, Prof Aminuddin Ilmar, mengatakan, kriteria calon pejabat eselon II harus dipaparkan secara lebih mendetail dari tiap tahapannya. Mulai dari penentuan kriteria sampai pada pola dan model rekruitmen calon.

Aminuddin Ilmar mencontohkan, salah satu yang akan direkomendasikan nantinya bagi calon pejabat yang mengikuti proses rekruitment harus diulik (diselidiki) rekam jejaknya secara detail dan menyeluruh.

“Ini penting dilakukan, agar orang-orang yang dipilih nantinya betul-betul memiliki komitmen kuat terhadap agenda pemberantasan korupsi. Rekam jejaknya harus dikupas tuntas. Misalnya apakah dia pernah terima suap, pernah menjadi pihak terlapor dan sebagainya,” urai Aminuddin Ilmar.

Ia menambahkan, peran Inspektorat dalam melancarkan agenda ini harus dimaksimalkan. Karena tracking data akan bermuara ke sana.

“Kita bisa tracking rekam jejak ini ke inspektorat, dan itu harus lengkap. Inspektorat harus punya itu. Agar semua betul-betul di jalurnya,” jelas Aminuddin Ilmar.

Juru Bicara Tim Transisi Danny-Fatma, Henni Handayani, mengatakan, pembahasan kriteria dan syarat calon pejabat OPD adalah bagian dari agenda tim transisi sebelumnya yang sudah dirampungkan. Diantaranya pendalaman visi misi, pemetaan program, dan ‘sharing session’ dengan mitra eksternal.

Tim transisi menargetkan dalam waktu dekat akan merampungkan semua agenda sebelum jadwal pelantikan. Semuanya akan disampaikan langsung ke wali kota dan wakil wali kota terpilih.

“Semua yang dihasilkan tim transisi sifatnya rekomendasi dan masukan bagi wali kota dan wakil wali kota terpilih untuk membantu mewujudkan seluruh visi dan misinya,” ujar Henni. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top