search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Penerapan PPKM Mikro untuk Kendalikan Penularan Covid-19 di Tingkat Terkecil

doelbeckz - Pluz.id Minggu, 21 Februari 2021 12:00
Prof Wiku Adisasmito. foto: istimewa
Prof Wiku Adisasmito. foto: istimewa

PLUZ.ID, JAKARTA – Pemerintah sedang fokus pada penerapan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro untuk Pulau Jawa dan Bali sebagai upaya agar Indonesia bebas Covid-19.

“Dengan PPKM pemerintah berharap akan menekan kasus penularan yang ditimbulkan akibat periode libur panjang yang akan terlihat pada dua hingga tiga pekan ke depannya,” kata Prof Wiku Adisasmito, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, menjawab pertanyaan media dalam keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 di Graha BNPB, yang juga disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden dikutip, Minggu (21/2/2021).

Prof Wiku mengatakan, Satgas Penanganan Covid-19 pun optimistis Indonesia bisa mengendalikan kasus dengan lebih baik. Dan hal ini didasarkan pada perkembangan penambahan kasus positif, kasus aktif, tingkat kesembuhan dan tingkat kematian. Jika perkembangan indikator-indikator ini bergerak menuju arah yang positif, maka menjadi pertanda Indonesia dapat secara bertahap keluar dari pandemi Covid-19.

Kebijakan PPKM Mikro sebagai upaya pengendalian penularan di tingkat terkecil. Penguatan terhadap upaya 3T, yaitu testing, tracing dan treatmnent secara bergotong royong akan meningkatkan upaya kesembuhan dan mencegah penularan.

“Selain itu pemerintah terus berupaya memastikan ketersediaan fasilitas dan tenaga kesehatan, sehingga pelayanan yang diberikan kepada pasien secara maksimal,” jelasnya.

Dan tak kalah penting, adalah dengan mengakselerasi program vaksinasi yang tengah berjalan dan memasuki tahap kedua. Melalui program ini dapat terbentuk kekebalan komunitas atau herd immunity sehingga banyak masyarakat yang akan terlindungi dari Covid-19.

Selain itu, pemerintah telah mengantisipasi dampak akibat adanya libur panjang, dengan memastikan ketersediaan tempat tidur baik ruang ICU dan isolasi pada fasilitas-fasilitas kesehatan.

“Untuk libur panjang yang akan datang, tetap akan dilakukan pembatasan kegiatan dan mobilitas untuk mencegah penularan,” tegasnya. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top