search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Sulsel Role Model Penyelamatan Aset di Indonesia

Malam Pisah Sambut Kajati Sulsel
doelbeckz - Pluz.id Selasa, 23 Februari 2021 14:00
Raden Febrytriyanto. foto: humas pemprov sulsel
Raden Febrytriyanto. foto: humas pemprov sulsel

PLUZ.ID, MAKASSAR – Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, mengucapkan selamat datang Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulsel yang baru dan menyampaikan rasa terima kasih serta apresiasi kepada Kajati yang lama.

“Hari ini yang sangat sakral bagi kami melepas Pak Firdaus Dewilmar selaku Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan sekaligus menyambut, selamat datang kepada Bapak Raden Febrytriyanto dan Ibu di Sulsel,” kata Nurdin Abdullah, dalam Malam Pisah Sambut Kepala Kejaksaan Tinggi Sulsel di Baruga Pattingaloang Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Senin (22/2/2021) malam.

Acara ini dihadiri Forkopimda Sulsel lengkap dan juga Wakil Gubernur Sulsel.
Jabatan nomor satu di Korps Adhyaksa Sulsel ini, berganti dari Firdaus Delwimar ke Raden Febrytriyanto. Diketahui Firdaus Dewilmar akan menjabat sebagai Inspektur III Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan Kejaksaan Agung RI. Sedangkan, Raden Febrytriyanto sebelumnya Inspektur IV Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan Kejagung.

Nurdin menyebutkan, banyak legacy (warisan) yang telah ditinggalkan Firdaus. Salah satunya, mengubah tatanan dalam kehidupan di dalam penegakan hukum di Sulsel. Terkhusus dalam rangka penyelamatan aset Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel Rp10 triliun.

“Saya kira 1 tahun 8 bulan. Hampir Rp10 triliun aset pemprov bisa kembali. Ini karena kolaborasi dan sinergi yang diciptakan. Betapa gigih Kejaksaan Tinggi, termasuk KPK, Polda, dan Kodam serta DPRD dan BPKP,” ungkapnya.

Nurdin menyatakan, pemerintah pusat menyebutkan, Sulsel adalah role model penyelamatan aset di Indonesia. “Jadi sebuah pengakuan dan ini tidak bisa kita capai tanpa sinergi dan team work ini,” imbuhnya.

Kerja sama tim dengan Kejati juga pada beberapa proyek strategis nasional bisa diselesaikan dengan baik. Termasuk pembebasan lahan pada beberapa proyek nasional, penertiban aset di Center Poin of Indonesia (CPI), juga menyelesaikan persoalan kanal di Pantai Losari.

Nurdin menambahkan, Raden Febrytriyanto sebagai Kajati Sulsel sudah mengenal baik Sulsel. Sejak SMP bermukim, serta orang tuanya bertugas di Kejaksaan Tinggi Sulselbar.

“Saya kira bukan orang baru, saya yakin Bapak Raden Febrytriyanto akan melanjutkan (tugas Firdaus) bahkan akan terus memberikan kolaborasi bersama kita semua. Untuk itu saya menyampaikan selamat bergabung di Provinsi Sulsel,” ucapnya.

Sedangkan, Firdaus Dewilmar selaku Kajati yang lama menyatakan, pengabdian 1 tahun 8 bulan adalah masa pengabdian yang panjang sekaligus pendek.

“Tugas 1 tahun 8 bulan itu mungkin relatif panjang dan juga relatif pendek. Karena tidak banyak yang bisa kami perbuat tanpa dukungan Pak Gubernur dan tim Forkopimda,” sebut Firdaus Dewilmar.

Ia menyebutkan, di era kepemimpinannya, Kejati Sulawesi Barat dipisahkan dari Kejati Sulsel. Tugas Kejaksaan, termasuk dalam mengawal program-program pemerintah terkait dengan penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional.

“Akhirnya permasalahan Covid-19 dan pemulihan ekonomi dapat bisa diseimbangkan sehingga Provinsi Sulsel ini dapat menjadi contoh di dalam menangani, sehingga lahirlah wisata Covid-19. Ini luar biasa, mungkin satu-satunya daerah yang penanganan Covid-nya diawali dengan menggaungkan istilah Wisata Covid,” paparnya.

Sementara, Raden Febrytriyanto berharap bisa melanjutkan tugas Firdaus Dewilmar dan dapat bekerjasama juga bersinergi dengan baik dengan Forkopimda Sulsel.

“Seperti diterimanya Pak Firdaus Dewilmar, semoga kepemimpinan saya di Kejati Sulsel bisa mewarnai Forkopimda. Bersama-sama membangun Sulsel lebih baik ke depan,” harapnya. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top