PLUZ.ID, MAKASSAR – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, mengajak para jajarannya untuk fokus bekerja dan menjaga profesionalitas sebagai pejabat negara.
Ia pun mengaku kaget dengan kejadian beberapa hari terakhir ini. Salah satunya, kasus hukum yang menyeret nama Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah.
“Kita empati dengan apa yang terjadi. Mari kita doakan yang terbaik untuk beliau,” ujarnya saat memimpin Coffee Morning yang berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur, Senin (1/3/2021).
“Semua orang punya aib. Tidak ada yang sempurna, pasti kita pernah melakukan kesalahan atau kekhilafan. Kita harus selalu mengingatkan dan banyak berdoa,” lanjutnya.
Andi Sudirman pun mengimbau para jajarannya untuk tidak menyebarkan gosip atau berspekulasi terkait persoalan yang menimpa Nurdin Abdullah.
“Saya inginkan, tidak ada pelayanan atau pekerjaaan yang terhambat. Roda pemerintahan harus berjalan,” tegas Andi Sudirman yang sebelumnya menjabat Wakil Gubernur Sulsel.
Dirinya meyakinkan jika program yang dicanangkan bersama Nurdin Abdullah akan tetap dijalankan.
“Visi misi kita sama beliau (Nurdin Abdullah) sama. Mari kita bekerja bersama, berdoa, dan mendukung. Saya selalu terbuka,” kata Andi Sudirman didampingi Sekda Provinsi Sulsel Abdul Hayat Gani.
Andi Sudirman Sulaiman sendiri diamahkan sebagai Plt Gubernur Sulsel, pasca Nurdin Abdullah ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka kasus dugaan suap proyek infrastruktur di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel.
Penetapan Nurdin sebagai tersangka merupakan tindak lanjut atas Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK di Makassar, Sulsel, Jumat (26/2/2021) lalu.
Nurdin ditetapkan sebagai tersangka bersama dua orang lainnya, yaitu Edy Rahmat (ER) merupakan Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Provinsi Sulsel dan Agung Sucipto (AS) merupakan seorang kontraktor.
Penetapan tersangka ini, disampaikan langsung Ketua KPK, Firli Bahuri, dalam konferensi pers yang disiarkan di channel YouTube KPK dan sejumlah media televisi nasional serta dihadiri beberapa wartawan/jurnalis, Minggu (28/2/2021) sekitar pukul 01.45 WITA dini hari. (***)