search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Perkuat Persahabatan dengan Singapura, Danny Akan Buat Jalur Pelayaran

doelbeckz - Pluz.id Rabu, 17 Maret 2021 19:00
ZOOM MEETING. Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto saat melakukan virtual Zoom meeting persahabatan dengan Menteri Luar Negeri Singapura DR Mohammad Maliki Bin Oesman, Rabu (17/3/2021). foto: humas pemkot makassar
ZOOM MEETING. Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto saat melakukan virtual Zoom meeting persahabatan dengan Menteri Luar Negeri Singapura DR Mohammad Maliki Bin Oesman, Rabu (17/3/2021). foto: humas pemkot makassar

PLUZ.ID, MAKASSAR – Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto melakukan virtual Zoom meeting persahabatan dengan Menteri Luar Negeri Singapura DR Mohammad Maliki Bin Oesman, Rabu (17/3/2021).

Virtual Zoom ini, membahas beberapa poin penting, yakni tentang penanganan Covid-19, smart city, dan pembuatan jalur pelayaran dari Makassar ke Singapura.

Khusus penanganan Covid 19, Danny Pomanto memaparkan program andalannya Makassar Recover di hadapan Menlu Singapura.

Dikatakan, Makassar recover ini, merupakan program yang diimplementasikan dalam tiga sub program. Pertama, yakni penguatan imunitas, kedua adaptasi sosial, dan yang ketiga pemulihan ekonomi.

Danny menjelaskan, dari tiga sub program tersebut, masing-masing memiliki tahapannya dengan metode yang sudah diatur. Menurutnya, ada 11 metode untuk program penguatan imunitas, sembilan metode untuk adaptasi sosial dan enam metode untuk pemulihan ekonomi.

“Khusus penekanan laju Covid-19, kami membuat Festival Smart Vaksinasi Makassar yang akan dilakukan, besok (Kamis, 18/3/2021) dan akan dihadiri Presiden RI, Joko Widodo. Tentunya, festival ini sudah kami atur agar tidak menyebabkan kerumunan dan sesuai protokol kesehatan,” ucap Danny.

Menteri Luar Negeri Singapura, DR Mohammad Maliki Bin Oesman pun sangat mengapresiasi.

“Wah Pak Wali keren, pemikirannya beda dari yang lain. Festival Smart Vaksinasi ini, semoga sukses dan berjalan lancar,” imbuhnya.

Selain itu, yang tak kalah penting, yakni rencana membuat jalur pelayaran dari Makassar ke Singapura.

Ini sebagai bentuk adanya ikatan budaya sesama tanah melayu Bugis Makassar-Singapura.

“Jadi kami sementara membuat perahu Pinisi-nya, kami minta dipajang di Singapura sebagai tanda persahabatan erat. Tapi kita juga minta sekalian dibuatkan jalur pelayaran. Semoga tahun depan bisa terealisasi. Sebelumnya, kami harus lapor dulu ke Menteri Perhubungan,” bebernya.

Pembuatan perahu Pinisi ini, kata Danny, tidak memakai uang negara. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top