Sekda Sulsel Sebut Pertanian Urat Nadi PEN

PLUZ.ID, MAKASSAR – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani, memberikan arahan pada Forum Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Tahun 2021 Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Provinsi Sulsel di Hotel Claro Makassar, Rabu (17/3/2021).

Hadir dalam forum ini, Pejabat Eselon I Kementerian Pertanian, Ketua Komisi B DPRD Sulsel, Kepala Dinas Perkebunan dan Pertanian kabupaten/kota se-Sulsel. Beberapa materi diberikan kepada para peserta, terkait tanaman pangan, pertanian dan perkebunan. Juga penyajian data dari Badan Pusat Statistik Sulsel.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Sulsel, Andi Ardin Tjahjo, mengatakan, pandemi Covid-19 berdampak pada multi sektor. Walaupun sektor pertanian memberikan kontribusi dalam perekonomian selama pandemi, namun juga terdampak khususnya pada distribusi dan pemasaran.

“Pertanian memberikan pertumbuhan positif. Sehingga pemulihan ekonomi daerah sekaligus nasional itu bertumpu pada pertanian. Kegiatan ini merupakan rangkaian strategis untuk memulihkan kembali ekonomi. Pertanian-lah yang bisa membawa ini,” katanya.

Andi Ardin menjelaskan, capaian kinerja sektor ini, dapat ditingkatkan dengan menghadirkan jalan tani, cetak sawah, embun, alsintan, benih, pupuk, dan dukungan penyuluhan. Produksi pada sektor ini juga sangat dipengaruhi iklim dan musim serta infrastruktur.

“Oleh karena itu, pada kegiatan ini akan dilakukan sinkronisasi rancangan pembangunan  yang telah dibahas pada tingkat musrembang kabupaten/kota dengan isu strategis provinsi dan agenda pembangunan yang tertuang dalam Rencana Strategis (Renstra) Ketahanan Pangan, Holtikultura, dan Perkebunan Sulsel,” terangnya.

Selain itu, semua stakeholder akan menselaraskan hasil rakor teknis yang diselenggarakan Kementerian Pertanian dan Kementerian Dalam Negeri untuk kemudian dibahas pada Musrembang Nasional dan Musrembang Kementerian Pertanian.

Sementara, Sekda Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani, sangat mengapresiasi pertemuan ini sebagai upaya untuk memberikan penyelarasan dan sinergitas menambah kecepatan dalam upaya Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Menurutnya, data sangat vital dalam perencanaan.

“Di mana-mana terkait perencanaan itu (data) harus menjadi panglima. Karena itu, sinkronisasi dan penyerasian antara daerah dan provinsi,” ucapnya.

Untuk itu, semua data harus dipastikan valid. Karena data yang salah, akan menghasilkan keputusan yang salah. Dan Kebijakan yang salah dapat berurusan dengan hukum.

Lanjutnya, pertanian menjadi urat nadi, karena ini merupakan bagian dari perekonomian untuk memicu PEN di tengah pandemi Covid-19. Semua pihak harus terlibat dalam mengurus ketersedian dan mempermudah akses ketahanan  pangan.

“Harapan pada forum ini muncul sebagai wadah, tempat curhat yang ilmiah. Kita mendapatkan fakta dan data serta informasi transformasi. Diolah menjadi suatu kebutuhan yang layak untuk menjadi keputusan,” jelasnya.

Ia menilai, hasil ekspor harus kuat, apalagi Sulsel merupakan lumbung pangan dan menjadi penyangga nasional dalam mensuplai provinsi lain.

“Oleh karena itu, dari Badan Statistik, DPRD, dan TGUPP (Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan) mengetahui semua apa yang terjadi. Apa potret saat ini dan yang kita inginkan, dan transformasinya di tengah-tengah apa yang mau kita lakukan. Ada proses transformasi untuk menuju tujuan yang ingin kita capai, tentu dengan outcome dan efeknya di sana,” urainya. (***)

Berita Terkait
Baca Juga