search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Pencemaran Lingkungan Jadi Perhatian Perda Makassar Nomor 9 Tahun 2016

doelbeckz - Pluz.id Kamis, 25 Maret 2021 20:00
SOSIALISASI PERDA. Anggota DPRD Kota Makassar, Muhammad Nasir Rurung, menggelar sosialisasi Perda Kota Makassar nomor 9 tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup di Hotel MaxOne Makassar, Kamis (25/3/2021). foto: istimewa
SOSIALISASI PERDA. Anggota DPRD Kota Makassar, Muhammad Nasir Rurung, menggelar sosialisasi Perda Kota Makassar nomor 9 tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup di Hotel MaxOne Makassar, Kamis (25/3/2021). foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Anggota DPRD Kota Makassar, Muhammad Nasir Rurung, menggelar sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Kota Makassar nomor 9 tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup di Hotel MaxOne Makassar, Kamis (25/3/2021).

Legislator Fraksi Partai Berkarya ini, mengatakan, ada tiga hal yang perlu menjadi perhatian bersama. Yakni Ruang Terbuka Hijau (RTH), Tempat Pembuangan Akhir (TPA), dan tinja dimana kehadirannya membawa pengaruh negatif bagi masyarakat.

“Khusus di kawasan Manggala itu, pencemaran lingkungan sangat tinggi. Makanya, perda soal lingkungan hidup wajib disebarluaskan melalui sosialisasi ini,” ujarnya.

Nasir Rurung mengimbau kepada masyarakat untuk berperan aktif mengawasi dan memelihara lingkungan.

“Kalau ada yang perlu diperbaiki bisa dilaporkan ke dewan agar menjadi rekomendasi,” jelasnya.

Sementara, Narasumber Kegiatan, Imam Hud, mengatakan, membahas lingkungan hidup tidak serumit yang dipikirkan. Tapi sesungguhnya hal yang penting, sebab merupakan perhatian seluruh dunia.

“Di Makassar, kita produksi sampah 950 toh per hari. Jadi memang TPA sudah tak mampu menampung, sehingga perlu pengelolan sampah,” sebutnya.

Imam menjelaskan, persoalan sanitasi bukan hal sepele dan itu menjadi perhatian pemerintah, sehingga lahir sebuah regulasi. Saking pentingnya, penataan lingkungan sama dengan menata pemerintahan.

“Manusia kadang-kadang lupa, alam ini jangan diintervensi terlalu jauh, sehingga benar, penyusunan penataan ruang itu harus bermuara pada ekologi,” jelasnya.

Imam mengungkapkan, ekologi ini tidak hanya bicara manfaat hewani atau tumbuhan tetapi juga dampak ke manusia. Contohnya saja, kondisi Pantai Losari saat ini yang dinilai sudah tercemar lantaran adanya aktivitas penataan ruang.

“Dulu Pantai Losari indah sekali melihat matahari terbenam, tetapi saat ini tertutupi keindahan itu dengan bangunan,” ungkapnya. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top