search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Plt Gubernur Sulsel Kecam Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral Makassar

doelbeckz - Pluz.id Minggu, 28 Maret 2021 14:00
DIJAGA KETAT. Kepolisian melakukan penjagaan dan memasang garis polisi di sekitaran Gereja Katedral Makassar usai terjadi aksi bom bunuh diri di pintu masuk gereja sekitar pukul 10.35 WITA, Minggu (28/3/2021). foto: pluz.id
DIJAGA KETAT. Kepolisian melakukan penjagaan dan memasang garis polisi di sekitaran Gereja Katedral Makassar usai terjadi aksi bom bunuh diri di pintu masuk gereja sekitar pukul 10.35 WITA, Minggu (28/3/2021). foto: pluz.id

PLUZ.ID, MAKASSAR – Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, mengaku, prihatin atas insiden bom meledak di Gereja Katedral Makassar sekitar pukul 10.35 WITA, Minggu (28/3/2021).

“Inna Lilahi Wa Inna Ilaihi Rojiun, kami turut berduka atas insiden diduga bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar,” ujar Andi Sudirman.

Plt Gubernur Sulsel yang tengah melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Wajo pun terus berkomunikasi dengan pihak Polda Sulsel.

“Kami terus koordinasi bersama Bapak Kapolda dan mendukung Kepolisian untuk mengusut kasus ini. Tentu kami sangat mengecam segala bentuk kekerasan (bom bunuh diri), apalagi menyebabkan orang lain terluka,” jelasnya.

Andi Sudirman juga minta kepada aparat kepolisian untuk memperketat penjagaan rumah-rumah ibadah untuk menghindari dan mengantisipasi kejadian ini berulang.
Sekaligus, meminta partisipasi masyarakat untuk menghindari spekulasi dan hoaks.

“Kepada tokoh masyarakat, tokoh agama, jurnalis media, dan pihak keamanan, mari bersinergi untuk memberikan informasi yang jernih kepada masyarakat sambil menunggu hasil investigasi lebih jauh,” imbaunya.

Teruntuk masyarakat Sulsel, Andi Sudirman berpesan meningkatkan kewaspadaan agar dapat menimimalisir potensi-potensi gangguan keamanan dan stabilitas di tengah masyarakat.

“Kepada tokoh masyarakat, tokoh agama, jurnalis media dan pihak keamanan, mari bersinergi untuk memberikan informasi yang jernih kepada masyarakat sambil menunggu hasil investigasi lebih jauh,” katanya.

Sementara, pihak Kepolisian membenarkan ledakan di Gereja Katedral adalah bom bunuh diri.

Kapolda Sulsel, Irjen Pol Merdisyam, usai meninjau Tempat Kejadian Perkara (TKP), memastikan aksi bom bunuh diri terjadi di Gereja Katedral Makassar, sekitar pukul 10.35 WITA, Minggu (28/3/2021).

Saat itu baru saja selesai pelaksanaan ibadah misa palma rangkaian paskah di gereja yang terletak di Jl Kajaolalido, Kota Makassar.

Merdisyam menyatakan, akibat aksi bom bunuh diri itu, satu orang meninggal dunia dan sembilan korban luka-luka.

“Kami baru saja meninjau TKP. Data awal saya sampaikan, pada pukul 10.35 WITA pagi tadi, telah terjadi ledakan diduga pelaku bom bunuh diri. Data awal, satu korban dipastikan pelaku bom bunuh diri, ditemukan jenazahnya di TKP. Korban lain ada sembilan masyarakat, lima orang petugas gereja dan empat orang jemaah,” beber Kapolda kepada media usai meninjau lokasi kejadian.

Berdasarkan video yang beredar, aksi bom bunuh diri di sebuah gereja di depan pintu sebelah kanan gereja. Aksi bom bunuh diri ini membuat warga sekitar panik. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top