search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Pengawasan Kawasan Tanpa Rokok Masih Minim di Makassar

doelbeckz - Pluz.id Jumat, 02 April 2021 21:00
SOSIALISASI PERDA. Anggota DPRD Kota Makassar, Arifin Dg Kulle, saat menggelar sosialisasi Perda tentang KTR di Hotel Grand Town Makassar, Jumat (2/4/2021). foto: istimewa
SOSIALISASI PERDA. Anggota DPRD Kota Makassar, Arifin Dg Kulle, saat menggelar sosialisasi Perda tentang KTR di Hotel Grand Town Makassar, Jumat (2/4/2021). foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Anggota DPRD Kota Makassar, Arifin Dg Kulle, menilai pengawasan terkait Kawasan Tanpa Rokok (KTR) masih minim. Sehingga, Ia mengajak warga untuk ikut mensosialisasikan Peraturan Daerah (Perda) Kota Makassar nomor 4 tahun 2013 tentang KTR.

“Saya kira, kegiatan ini kita mengajak agar warga turut serta membantu eksekutif menyebarluaskan perda ini,” ucap Arkul, sapaan akrab Arifin Dg Kulle, saat menggelar sosialisasi Perda tentang KTR di Hotel Grand Town Makassar, Jumat (2/4/2021).

Arkul mengatakan, regulasi ini sudah ada sejak 2013 lalu, sehingga sosialisasi sampai kepada pengawasan yang perlu ditingkatkan. Alasannya, masyarakat belum sepenuhnya mengetahui terkait Perda tentang KTR.

“Memang masih banyak warga belum tahu bahwa ada kawasan tanpa rokok di Makassar. Tidak perlu direvisi, tapi perkuat di pengawasan,” bebernya.

Terpisah, Narasumber Kegiatan, Sutrisno, mengatakan, kegiatan sosialisasi perda ini untuk membangun kepedulian masyarakat terkait KTR. Hal itu, dinilai lantaran pemahaman tentang regulasi nomor 4 tahun 2013 ini, masih kurang.

“Kepercayaan terhadap pemerintah dalam hal membuat regulasi masih ada. Hanya, implementasi yang belum maksimal, sehingga membuat warga pesimis dan tidak tahu harus berbuat apa,” tegasnya.

Salah satu cara agar partisipasi masyarakat meningkat, kata Sutrisno, melalui kegiatan sosialisasi yang dilakukan DPRD. Kemudian, pengawasan Satpol PP sebagai penegak perda ditingkatkan.

“Cara ini yang perlu dilakukan secara masif,” tegasnya. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top