search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Prof Arfin Hamid Lolos Sertifikasi Tembak Reaksi

doelbeckz - Pluz.id Minggu, 04 April 2021 21:00
DIKSAR. Wakil Rektor I UIM, Prof Dr M Arfin Hamid SH MH (kiri), mengikuti Penataran dan Sertifikasi Tembak Reaksi (Diksar) Angkatan IX-X yang digelar Pengprov Perbakin Sulsel, 1-4 April 2021. foto: istimewa
DIKSAR. Wakil Rektor I UIM, Prof Dr M Arfin Hamid SH MH (kiri), mengikuti Penataran dan Sertifikasi Tembak Reaksi (Diksar) Angkatan IX-X yang digelar Pengprov Perbakin Sulsel, 1-4 April 2021. foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) Sulsel telah behasil melaksanakan agenda tahunan Penataran dan Sertifikasi Tembak Reaksi (Diksar) Angkatan IX-X di Hotel Harper dan di Lapangan Tembak Pallawa Shooting Range Polda Sulsel, 1-4 April 2021.

Diksar ini, diikuti 13 utusan Polri, 13 Sipil, dan 3 TNI terdiri dari perwakilan Perbakin Sulsel, Gorontalo, dan Kendari yang dibuka langsung Kapolda Sulsel Irjen Pol Merdisyam yang juga sebagai Ketua Umum Pengprov Perbakin Sulsel.

Diksar IX-X itu dikendalikan langsung dua sertifikator senior PB Perbakin selama kegiatan berlangsung.

Organisasi/kegiatan Tembak Reaksi Indonesia telah tergabung dalam Internasional Practical Shooting Confederation (IPSC) yang ke-64 dari 80 negara sebagai anggota resmi sejak 27 Oktober 1997. Dan PB Perbakin Indonesia telah beberapa kali menjadi tuan rumah kejuaran Tembak Reaksi Interasional.

Tembak reaksi sebagai salah satu cabang dalam kegiatan Perbakin memiliki sifat dan keunikan tersendiri selain terlebih dahulu calon peserta diksar harus dipahamkan terkait dasar dan aturan serta prosedur penggunaan senjata api genggam untuk jarak 2-50 meter, juga yang tidak kalah pentingnya adalah keamanan (safety) area dan di luar lapangan tembak.

Di samping itu secara teknis materi diksar tersebut mencakup penguasan dan keterampilan penggunaan senjata mulai dari stage 1 sampai stage 6 yang harus memadukan sekaligus accuracy, power, dan speed yang dipraktekkan langsung di lapangan inilah yang menjadi syarat mutlak kelulusan sertifikasi.

Dari sejumlah peserta diksar, menurut pernyataan Sekretaris Umum Pengprov Perbakin Sulsel, Muhammad Ikhsan, yang dinyatakan lolos sertifikasi baru kali ini, ada dari Guru Besar atau Professor, yaitu Prof Dr M Arfin Hamid SH MH, Guru Besar Ilmu Hukum Unhas dan juga Wakil Rektor I Universitas Islam Makassar (UIM).

“Hal ini menunjukkan olahraga menembak terbuka bagi semua kalangan,” ujarnya.

Muhammad Ikhsan mengatakan, salah satu kelebihan bagi yang telah lolos sertifikasi tembak reaksi adalah otomatis sudah menjadi atlet penembak reaksi dapat mengikuti even kompetisi tembak reaksi nasional maupun internasional.

Sementara, Wakil Rektor I UIM, Prof Dr M Arfin Hamid SH MH, merasa terharu setelah dinyatakan tersertifikasi melalui diksar tersebut, karena tembak reaksi ini, sangat menantang selain terlebih dahulu harus menguasai seluk beluk senjata yang digunakan terutama safety-nya, juga harus memadukan tiga hal utama, yaitu ketepatan, kekuatan, dan kecepatan.

“Dan juga olahraga tembak reaksi ini, tergolong kegiatan yang unik, menantang, dan humanis,” ujarnya.

Suatu hal yang paling menarik dalam kegiatan Diksar Angkatan IX dan X ini, selain diikuti para pejabat Polri, TNI, dan pemerintah, juga dari kalangan sipil juga ikut serta, yaitu profesor yang baru pertama kalinya selama kegiatan sertifikasi dilaksanakan, yaitu Prof Dr M Arfin Hamid SH MH. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top