search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Sekda Sulsel Minta FLLAJ Hadirkan Solusi untuk Masalah Lalu Lintas

doelbeckz - Pluz.id Selasa, 06 April 2021 13:00
Abdul Hayat Gani. foto: humas pemprov sulsel
Abdul Hayat Gani. foto: humas pemprov sulsel

PLUZ.ID, MAKASSAR – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani, meminta agar Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ) Provinsi Sulsel bisa menghadirkan solusi untuk mengatasi masalah lalu lintas dan angkutan jalan. Sekaligus, meminta agar koordinasi antar stakeholder yang tergabung dalam FLLAJ bisa ditingkatkan.

“Forum ini mempunyai peran yang sangat strategis dalam mendukung pembangunan ekonomi dan memajukan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Sulsel. Harus dilaksanakan secara terkoordinasi para instansi beserta pemangku kepentingan atau stakeholder,” kata Abdul Hayat, saat membuka secara resmi FLLAJ Tahun 2021 di Hotel Gammara Makassar, Senin (5/4/2021).

Abdul Hayat mengatakan, FLLAJ ini berfungsi mensinergikan tugas pokok setiap instansi penyelenggara LLAJ, dalam rangka menganalisis, menjembatani, menemukan solusi, sehingga tercapai perpaduan dalam merencanakan dan menyelesaikan masalah LLAJ. Diawali dengan proses transformasi memberikan identifikasi masukan program kerja.

“Paling tidak, ada informasi yang sinkron untuk dikemas kabupaten/kota dan provinsi, untuk sama-sama bekerja. Pemerintah provinsi adalah supporting system, bukan saingan kabupaten kota,” katanya.

Abdul Hayat menjekaskan, untuk meningkatkan fungsi koordinasi melalui forum tersebut, telah dimohon kepada pemerintah kabupaten/kota agar menunjuk petugas penghubung (liaison officer). Sehingga, koordinasi antar para pemangku kepentingan di bidang LLAJ dapat ditingkatkan lagi kapasitasnya, guna memberikan pelayanan transportasi yang lebih berkualitas kepada masyarakat Sulsel.

Dalam kesempatan tersebut, Abdul Hayat juga menyampaikan persiapan menghadapi Bulan Ramadan dan Hari Raya Idulfitri.

Ia berpesan kepada para kepala dinas perhubungan, agar mulai mempersiapkan pelaksanaan angkutan lebaran secara terpadu di daerahnya masing-masing, dengan berpedoman pada regulasi atau protokol yang telah ditetapkan pemerintah.

Masyarakat dan para pelaku usaha jasa transportasi juga perlu diberi pemahaman terkait imbauan tidak mudik serta penerapan protokol perjalanan.

“Memberikan pemahaman kepada masyarakat dan pelaku usaha jasa transportasi sangat perlu dilakukan melalui sosialisasi, baik secara langsung maupun melalui media cetak dan elektronik, untuk menekan tingkat penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Antisipasi lonjakan penumpang, tanah longsor dan cuaca ekstrem, menurut Abdul Hayat, juga harus diperhatikan agar pelaksanaan Lebaran Idulfitri 1442 Hijriah dapat terselenggara secara aman, tertib, dan lancar.

“Semoga melalui forum ini, kita semua dapat melahirkan sinergitas, ide dan gagasan, serta inovasi yang cerdas agar mampu menjawab, mengantisipasi dan berkompetisi dalam menghadapi tantangan strategis global ke depan,” harapnya. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top