search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Danny Paparkan Smart City sebagai Transformasi Digital

doelbeckz - Pluz.id Jumat, 09 April 2021 22:00
PEMBICARA. Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, tampil sebagai pembicara pada talk show yang merupakan rangkaian acara South Sulawesi Digifest 2021 di UpperHills Convention Hall, Makassar, Jumat (9/4/2021). foto: humas pemkot makassar
PEMBICARA. Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, tampil sebagai pembicara pada talk show yang merupakan rangkaian acara South Sulawesi Digifest 2021 di UpperHills Convention Hall, Makassar, Jumat (9/4/2021). foto: humas pemkot makassar

South Sulawesi Digifest 2021

PLUZ.ID, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, tampil sebagai pembicara pada kegiatan Makassar kolaborasi Pentahelix dalam akselerasi ekonomi dan keuangan digital Sulsel.

Talkshow dengan Tema ‘Accelerating The Post Covid Economic Recovery Through Digital Transformation In Eastern Indonesia’ ini, merupakan rangkaian acara South Sulawesi Digital Festival (Digifest) 2021 di UpperHills Convention Hall, Makassar, Jumat (9/4/2021).

Di hadapan peserta talk show Danny Pomanto menjelaskan, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar sudah sejak lama telah menerapkan transformasi digital dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Sejak 2014 pemkot telah melakukan kebijakan transformasi digital dari cara konvensional menjadi digitalisasi melalui program Smart City,” ucap Danny.

Dalam menjalankan program Smart City, kata Danny, dirinya menjalankan konsep yang berbeda, yaitu dengan melihat kultur orang Makassar yang Sombere.

“Dalam menjalankan program Smart City kita kombinasikan dengan kultur orang Makassar dengan konsep Sombere City, agar dalam menjalankan program, warga kita tidak merasa asing dengan istilah sombere, sehingga transformer digital ini, gampang dijalankan,” jelasnya.

Danny mengatakan, hal tersebut bisa dijadikan perbandingan kebijakan sejak 2016, banyak hal yang menjadi progres hasil dari Smart City.

“Dulu waktu masih konvensional belum ada Smart City dari analisis kita, PAD (Pendapatan Asli Daerah) Makassar hanya sebesar Rp500 miliar, setelah kita terapkan transformasi digital dengan Smart City PAD meningkat menjadi Rp1,4 triliun, semua diukur mulai dari indeks perkotaan dan indeks ekonomi,” terang Danny.

Sementara, Komisaris Independen Bank Sulselbar, Marsuki, yang juga tampil sebagai salah satu narasumber, berharap masyarakat terus didorong untuk melakukan pembayaran secara digitalisasi.

Di Sulsel hampir 90 persen digitalisasi jadi alat otoritas dan kita harap pemerintah berkolaborasi dalam Pentahelix untuk mendorong masyarakat kita khususnya kelas ekonomi melakukan transaksi secara digital,” ucap Marsuki.

Di akhir acara talkshow dideklarasikan komitmen kolaborasi Pentahelix dalam akselerasi ekonomi keuangan digital Sulsel serta penyerahan cendramata berupa marchandise dari Bank Indonesia. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top