search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Pegawai KPK Mencuri Barang Bukti Emas 2 Kg, Djusman AR: Janganlah Digeneralisir ke Lembaganya

doelbeckz - Pluz.id Jumat, 09 April 2021 04:00
Djusman AR. foto: doelbeckz/pluz.id
Djusman AR. foto: doelbeckz/pluz.id

PLUZ.ID, MAKASSAR – Publik digegerkan dengan kejadian memalukan, pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berinisial IGAS, ketahuan mencuri barang bukti kasus korupsi berupa emas batangan seberat hampir 2 Kilogram (Kg).

Hal ini mendapatkan perhatian dari penggiat anti korupsi, Djusman AR, Jumat (9/4/2021). Menurutnya, kejadian tersebut tentulah merupakan tindakan yang tidak terpuji.

“Bahkan hal ini, dapat berimplikasi hukum, namun sebagai masyarakat penggiat anti korupsi kita harus melihatnya dalam bentuk perbuatan perseorangan atau peristiwa kasuistik, janganlah digeneralisir ke lembaganya apalagi yang bersangkutan bukan merupakan penyidik atau pengambil kebijakan kinerja KPK. Apa bedanya perbuatan tercela yang juga pernah terjadi di lembaga-lembaga terhormat lainnya. Intinya adalah perbuatan oknum,” ujarnya.

“Yang bersangkutan hanya pegawai biasa atau satgas yang kewenangannya terbatas pada mengurus barang bukti perkara. Bukan pengambil kebijakan berkaitan proses hukum. Kita sepakat bahwa kedepannya harus ada perbaikan managerial, menuntut pengawasan melekat,” tambah Koordinator Badan Pekerja Komite Masyarakat Anti Korupsi (KMAK) Sulselbar ini.

Pimpinan KPK bersama Dewan Pengawas (Dewas) telah menindaklanjuti kasus ini dengan memberhentikan tidak terhormat bahkan menggiringnya ke pidana untuk diproses hukum.

Djusman mengatakan, di KPK masih banyak pegawai-pegawainya yang jujur dan bersih apalagi penyidik dan pimpinannya.

“Pegawai KPK bukan hanya oknum itu, bukan hanya puluhan orang, tentulah masih banyak yang lebih baik diantara sekian banyak pegawainya. Seingat saya jumlah pegawai KPK saat ini ada 1.586 orang. Jumlah itu terdiri dari lima pimpinan, lima pengawas, 243 pegawai negeri yang dipekerjakan, 974 pegawai tetap, dan 359 pegawai tidak tetap,” jelasnya.

“Jadi mari kita merespon kejadian itu secara proporsional dengan melihatnya kasuistik. Tetaplah memberi suppport ke KPK, kita tidak inginkan kejadian tersebut memunculkan pendapat oknum-oknum yang sengaja menggulirkan kasus tersebut untuk menjatuhkan KPK,” tambah Koordinator Forum Komunikasi Lintas (FoKaL) NGO Sulawesi ini.

Sebelumnya, pegawai KPK berinisial IGAS, ketahuan mencuri barang bukti kasus korupsi berupa emas batangan seberat hampir 2 Kilogram. Sebagian dari emas batangan itu digadaikan IGAS untuk membayar utang.

Ketua Dewan Pengawas (Dewas) KPK, Tumpak Hatorangan Panggabean, menceritakan kronologi perkara itu. IGAS telah diadili Dewas KPK secara etik dan telah diputuskan diberhentikan tidak dengan hormat.

“Ini terjadi di bulan awal Januari 2020, mengambilnya ini tidak sekaligus, beberapa kali, dan ketahuannya pada saat barang bukti ini mau dieksekusi sekitar akhir Juni 2020,” ucap Tumpak dalam konferensi pers, Kamis (8/4/2021).

Tumpak menyebut IGAS merupakan salah satu anggota Satuan Tugas (Satgas) yang memiliki kewenangan menyimpan barang bukti dari perkara mantan pejabat Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Yaya Purnomo. Itu sebabnya, IGAS leluasa mengambil emas batangan yang merupakan barang bukti itu.

“Nah, sebagian dari barang bukti yang sudah diambil ini digadaikan, nggak semua digadaikan, yang lainnya disimpan, mungkin belum digadaikan, nantinya juga mungkin digadaikan. Kita tidak tahu. Tapi, waktu diketahui, sebagian yang digadaikan,” ucapnya.

“Kemudian pada akhirnya barang bukti ini bulan Maret 2021 berhasil ditebus oleh yang bersangkutan dengan cara dia mendapatkan berhasil menjual tanah warisan orang tuanya yang ada di Bali,” imbuhnya.

Tumpak mengaku, belum tahu berapa nilai emas batangan yang diambil IGAS itu, karena nantinya akan dilelang untuk menjadi milik negara. Namun, sebagian emas yang sudah digadai itu, disebut Tumpak senilai Rp900 juta.

Sebelumnya, Tumpak menyampaikan IGAS sudah diberhentikan tidak dengan hormat. Selain itu, IGAS telah dilaporkan secara pidana ke Polres Jakarta Selatan. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top