search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Wachyudi Muchsin Jalani Wisuda Magister Kesehatan UMI

doelbeckz - Pluz.id Minggu, 11 April 2021 23:00
WISUDA. dr Wachyudi Muchsin SH MKes wisuda Magister Kesehatan Pascasarjana (S2) UMI Makassar, Minggu (11/4/2021). foto: istimewa
WISUDA. dr Wachyudi Muchsin SH MKes wisuda Magister Kesehatan Pascasarjana (S2) UMI Makassar, Minggu (11/4/2021). foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, kembali menggelar wisuda periode I tahun 2021 bagi Diploma, Sarjana, Profesi, Magister, dan Doktor. Wisuda tahun ini dibuat tiga tahap mulai Sabtu, 10 April hingga 12 April 2021.

Salah satu yang mengikuti wisuda, Minggu (11/4/2021), adalah Wachyudi Muchsin. Kini, Dokter Koboi, melengkapi titelnya menjadi dr Wachyudi Muchsin SH MKes.

Pencapaian Dokter Yudi menyandang Magister Kesehatan ini, sungguh luar biasa. Bagaimana tidak, dokter yang meneliti Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) ini, menyelesaikan studinya saat masih berada di ruang perawatan rumah sakit, karena paparan virus corona. Boleh jadi Humas Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Makassar ini, yang pertama melakukannya di dunia.

Kala itu, Wachyudi Muchsin, dokter yang jadi relawan Covid-19, meraih gelar magister kesehatan dengan penelitian tentang Covid-19, saat dirinya baru melewati masa kritis dari paparan virus corona di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Wahidin Sudirohusodo (RSWS) Makassar, Kamis, 4 Februari 2021 lalu.

Sebelumnya, ia dilarikan ke RS Awal Bros di tengah malam, karena sesak yang tak kunjung reda, sungguh pengalaman yang tak bisa ia lupakan.

Tiga hari di RS Awal Bros ia dirujuk ke RS Wahidin dan langsung masuk ke ICU. Saturasinya terus menurun. Sesak semakin berat. Ia juga kehilangan nafsu makan. Rupanya saat itu virus Covid-19 sudah menyerang sampai ke paru-paru.

Di saat kritis itulah, kata Yudi, ia mengingat semua kebaikan yang sudah Tuhan beri. “Di tengah kesulitan pasti ada kemudahan. Saya percaya itu,” ungkapnya.

Spirit pantang menyerah inilah yang ia coba bangun setiap hari. Semangat untuk sembuh dan berjuang melawan Covid-19 dari ruang ICU.

Di saat yang sama, ia juga memikirkan jadwal ujian yang sudah disusun.

“Alhamdulillah, Pasca Sarjana UMI memberi waktu sampai saya sembuh baru melaksanakan ujian. Tapi saya minta ujian dilaksanakan saat saya sudah di ruang perawatan. Karena saya juga tidak enak dengan kemudahan yang diberikan meski saya masih dalam kondisi sakit,” tuturnya.

Lebih dari itu, ia juga gigih mempublikasikan hasil penelitiannya soal korona ke masyarakat, setelah melewati ujian akhir. “Alhamdulillah, semua pihak membantu,” ujarnya.

Intinya, kata Yudi, adalah doa. “Jangan anggap enteng doa-doa. Saya pun percaya bisa seperti sekarang karena ada banyak doa dan cinta dari keluarga dan sahabat. Dokter, juga obat-obatan hanyalah media untuk proses kesembuhan,” katanya.

UJIAN. dr Wachyudi Muchsin SH MKes saat mengikuti ujian program Magister Kesehatan Pascasarjana (S2) UMI Makassar via Zoom meeting di PCC RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo Makassar, Kamis (4/2/2021) lalu. foto: istimewa

Sejatinya, ‘Dokter Koboi’, sapaan akrab Dokter Wachyudi, dijadwalkan menjalani ujian akhir Program Magister Kesehatan Universitas Muslim Indonesia (UMI) pada Minggu, 31 Januari 2021. Semua persiapan sudah dilakukan, namun hal tersebut batal dilaksanakan meski ‘sang koboi’ tetap gigih untuk ujian akhir.

Ujian ditunda berhubung karena mahasisiwa yang mau diuji masih terbaring lemah di ruang perawatan pasien kritis, Intensive Care Unit (ICU) Private Care Centre (PCC) RSWS. Selang insinerator disertai sejumlah peralatan kesehatan masih melekat di badan Dokter Yudi, sapaan akrab Kepala Bagian Humas dan Kerja Sama Universitas Islam Makassar (UIM), yang sudah dua kali terpapar corona itu.

Setelah melewati masa kritis, dua kali hasil swab negatif, dan kondisi kesehatan semakin membaik, Yudi pun mengikuti ujian secara virtual dari ruang perawatan, sementara pengujinya berada di tempat lain, termasuk di kampus Pasca Sarjana UMI.

Ikhwal kegigihan Yudi untuk segera ujian akhir sesuai jadwal yang merupakan bagian dari penyelesaian studinya, karena dia mau mengungkap hasil penelitiannya tentang corona ke publik bahwa Covid-19 itu ada dan berbahaya, karena dapat ‘mematikan semangat kehidupan’.

Dokter yang juga sarjana hukum, serta aktivis sosial, seni, budaya, dan film ini, tampak lebih segar dengan jas almamater hijau UMI yang dipadu dengan peci hitam. Di hidungnya masih melekat alat bantu oksigen untuk memudahkan ia bernafas. “Masih sesak, tapi jauh lebih baik dari hari-hari sebelumnya,” katanya bersemangat kala itu.

Judul tesis yang diangkat adalah ‘Faktor yang Berpengaruh Terhadap Kepatuhan Masyarakat Melaksanakan Protokol Kesehatan Covid-19 di Kota Makassar’.

Dalam penelitian itu, Yudi menganalisis faktor predisposisi terhadap pelaksanaan protokol kesehatan Covid-19 di Kota Makassar, dan menganalisis faktor penguat terhadap protokol kesehatan Covid-19.

“Kepatuhan menjadi kunci utama terhadap upaya memberantas dan mencegah terjadinya penularan,” tegas ayah satu anak ini.

Setelah mempertahankan tesisnya yang juga berkaitan dengan Covid-19, dan melewati semua proses ujian Yudi kini berhak menyandang gelar Magister Kesehatan atau MKes, setelah diyudisium dengan predikat sangat memuaskan. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) nyaris sempurna, 3,28 dan hari ini pun telah menjalani prosesi wisuda.

Secara khusus Yudi menyampaikan terima kasih kepada para penguji dan pembimbing yang tak lelah menyemangatinya. Terima kasih tak terhingga kepada Dr H Reza Aril Ahri SKM MKes, Dr Arman SKM MKes, Dr Drs H Haeruddin SKM MKes, Dr Hj Een Kurnaesih SKM MKes, dan Dr dr HA Muh Multazam MKes.

Dokter yang dikenal sebagai ‘spesialis’ Humas ini, saat dihubungi menceritakan, awalnya dirinya nyaris menyerah. Kesibukan sebagai relawan Covid-19 sekaligus Humas di IDI Makassar membuat waktunya tersita untuk penanganan dan pencegahan Covid-19 di Kota Makassar bahkan di daerah kabupaten.

“Ujian terberat saat saya terpapar Covid-19 untuk kedua kalinya. Padahal, saat itu saya sudah lolos skrining untuk vaksinasi,” ungkapnya. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top