search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

DPD I Sulsel Tunda Musda XV KNPI Makassar

doelbeckz - Pluz.id Senin, 12 April 2021 12:00
Ampi Amrullah. foto: humas knpi sulsel
Ampi Amrullah. foto: humas knpi sulsel

PLUZ.ID, MAKASSAR – Wakil Ketua DPD I KNPI Sulsel, Ampi Amrullah, menyatakan, menarik diri dari pelaksanaan Musda XV KNPI Kota Makasaar yang dilaksanakan di Hotel Grand Asia Makassar, Minggu (11/4/2021).

Selain itu, Ampi minta panitia pelaksana menunda pelaksanaan Musda XV Kota Makassar. Sebab, peserta sidang gagal mendapatkan penjelasan secara konstitusional dari pimpinan sidang.

Ampi yang juga Korwil Kota Makassar menjelaskan, panitia pelaksana dan pimpinan sidang tak memberikan ruang pihaknya untuk mengatasi adanya masalah yang tak bisa dijelaskan. Termasuk aksi premanisme dengan pemukulan peserta musda di dalam forum.

Ampi mengatakan, perkembangan sidang pleno II Musda XV DPD KNPI Makassar terjadi polemik kepesertaan yang sesungguhnya sudah final di forum Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) sebagai forum pengambilan keputusan kepesertaan dan status keberhimpunan dari Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP).

Hal ini kembali dibahas ulang dan diberikan ruang pimpinan sidang. Di sini peserta sidang gagal mendapatkan penjelasan secara konstitusional terkait dengan wacana perdebatan tersebut.

Hal ini berimplikasi pada kondisi forum, sebagaimana yang telah ketahui bersama.

“Kami dari Korwil menyarankan kepada DPD I KNPI Sulsel sebagai bentuk pertanggungjawaban dalam rangka pengawalan Musda DPD KNPI Makassar berjalan secara konstitusionlal,” ujarnya.

“Maka DPD KNPI Sulsel harus hadir memberikan penjelasan konkrit terkait dengan situasi tersebut. Pertimbangan ini kami sampaikan untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan dan gerakan politisasi yang akan berdampak terhadap marwah serta kewibawaan DPD KNPI Sulsel,” paparnya.

“Hal yang kami sesalkan, sebab saudari Indira Mulyasari Paramastuti yang dimandat DPD I KNPI Kota Makassar tidak mampu dan tak bisa memberikan penjelasan secara konstitusional kepada peserta,” ujarnya.

Parahnya, jelas Ampi, Indira Mulyasari Paramastuti tetap melanjutkan persidangan tanpa memahami aturan atau konstitusi KNPI. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top