search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Waka dan Kasat Polres Soppeng Berganti, Djusman AR: Jangan Kongkalikong dengan Kasus

doelbeckz - Pluz.id Kamis, 15 April 2021 04:00
Djusman AR. foto: doelbeckz/pluz.id
Djusman AR. foto: doelbeckz/pluz.id

PLUZ.ID, MAKASSAR – Kepolisian Daerah (Polda) kembali melakukan mutasi jabatan. Salah satu yang berganti adalah petinggi di Kepolisian Resort (Polres) Kabupaten Soppeng. Yaitu, Wakil Polres (Wakapolres), Kepala Satuan (Kasat) Reserse dan Kriminal (Reskrim), serta Kasatres Narkoba.

Berdasarkan Surat Telegram Kapolda Sulsel Nomor: STR/206/IV/KEP/2021 Tanggal: 13-4-2021, disebutkan Wakapolres Soppeng Kompol La Makkanenneng dipindahkan menjadi Kasi Sandi Ditintelkam Polda Sulsel dan digantikan Kompol Muhiddin Yunus yang sebelumnya menjabat sebagai Kasubbagkhirdinlur Bagwatpres RO SDM Polda Sulsel.

Sementara, Kasat Reskrim Polres Soppeng AKP Amri akan bertugas sebagai Kasat Reskrim Polres Luwu Utara dan digantikan Iptu Noviarif Kurniawan yang sebelumnya menjabat sebagai Kanitidik 4 Satreskrim Polres Takalar.

Adapun, Kasatres Narkoba Polres Soppeng Iptu Bambang Supriady akan menjabat Panit 2 Bagwassidik Ditreskrimum Polda Sulsel digantikan AKP Saifullah Syan dengan jabatan lama Kapolsek Tempe Polres Wajo.

Kapolres Soppeng, AKBP Moh Roni Mustofa, Rabu (14/4/2021), membenarkan mutasi ini.

“Telegramnya sudah kami terima, pergeseran di tubuh Kepolisian itu biasa, apalagi yang bersangkutan sudah bertugas sekitar dua tahun juga di sini,” ungkap Roni.

Menanggapi mutasi ini, Koordinator Forum Komunikasi Lintas (FoKaL) NGO Sulawesi, Djusman AR, mengatakan, pergantian atau rotasi pejabat di jajaran Kepolisian adalah hal biasa yang juga dipahami publik, namun di balik itu publik dapat menelaahnya atau punya catatan terkait kinerjanya.

“Selamat datang kepada yang bersangkutan (Waka, Kasat Reskrim, dan Kasatres Narkoba yang baru). Tegakkan hukum seadil-adilnya dan jangan ada kongkalikong dengan kasus. Publik akan memonitoring kinerjanya,” tegas Djusman.

“Pada intinya kita berharap jangan karena pergantian pejabat tersebut menjadikan kasus yang ada menjadi macet atau terhenti. Apalagi, terhadap kasus-kasus menohok yang merupakan perhatian publik misalnya kasus dugaan pemalsuan Surat Keterangan (Suket) Covid-19 yang dikeluarkan RSUD Latemmamala Soppeng,” tambah Djusman, Kamis (15/4/2021).

Khusus kepada Wakapolres baru yang diketahui juga merupakan putra Soppeng, Djusman menyatakan, tentunya ke depannya diharapkan berkinerja baik.

“Jangan malah berkinerja buruk, karena tentu akan mempermalukan segenap warga Soppeng. Beban dan ujiannya bertugas di kampung sendiri tentu akan diperhadapkan dengan beragam kepentingan, baik hubungan emosional, kerabat, dan kekeluargaan,” jelasnya.

“Kepada Kasat Reskrim diharapkan dapat berkinerja optimal dengan menuntaskan banyak kasus yang ditinggalkan pejabat sebelumnya. Jangan ada pernyataan kita baru mau pelajari seperti alasan-alasan penjabat baru yang lainnya, hal ini mengingat penyidik-penyidiknya tidak berganti. Saya ingin ingatkan bahwa Pak Kasat ini, juga punya banyak catatan atas kinerjanya semasa menjabat di Polres Takalar, baik plusnya maupun minusnya,” tambah Koordinator Badan Pekerja Komite Masyarakat Anti Korupsi (KMAK) Sulselbar ini.

Untuk itu, Djusman berharap agar pergeseran tidak menghambat penegakan hukum di wilayah Soppeng. Terutama menuntaskan kasus dugaan pemalsuan Surat Keterangan (Suket) Covid-19 yang dikeluarkan RSUD Latemmamala Soppeng yang ramai diperbincangkan publik, beberapa waktu lalu.

“Kita berharap dengan pergantian ini, tidak membuat kasus dugaan pemalsuan suket Covid-19 yang dikeluarkan RSUD Latemmamala Soppeng yang telah ditangani menjadi mandek atau mandul, justru seharusnya lebih cepat penuntasan kasus ini,” jelasnya.

“Termasuk dugaan korupsi, seperti yang banyak diperbincangkan masyarakat, diantaranya penyalahgunaan Bantuan Sosial (Bansos) dan penggunaan anggaran bencana yang ditarik dari APBD tak terduga. Begitu pula masih sering kita dengar perkara narkoba di Soppeng, itu juga harus dituntaskan, sebab narkoba termasuk pidana tertentu sama dengan perkara korupsi,” tambahnya.

Terkait kasus dugaan pemalsuan suket Covid-19 yang dikeluarkan RSUD Latemmamala Soppeng, Bupati Soppeng Andi Kaswadi Razak telah mencopot dr Nirwana dari jabatannya sebagai Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Latemmamala Soppeng.

Selain dr Nirwana, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Soppeng juga memberhentikan dan memutasi sejumlah oknum yang berkaitan dalam dugaan suket palsu Covid-19 itu, diantaranya dr Mustaqim, Musdianzah Sukarno, dan Sri Idawati.

Kini Dokter Nirwana diparkir di Puskesmas Baringeng. Sementara, dr Mustaqim yang dari awalnya menjabat sebagai Kepala Instalasi Laborarorium RSUD Latemmamala dan Penanggung Jawab Laboratorium Covid-19, kini dimutasi ke Puskesmas Sewo, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng.

Juga, Musdianzah Sukarno petugas Labkesda dipindahkan ke Puskesmas Tajuncu dan Sri Idawati digeser ke Puskesmas Paconkang.

Kini Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kabupaten Soppeng, Sallang, diangkat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Latemmamala. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top