search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

RS Pusat Otak Nasional Akan Dibangun di Makassar

doelbeckz - Pluz.id Senin, 19 April 2021 10:00
SAMBUTAN. Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menyambut Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan (Yankes) Kementerian Kesehatan RI Prof dr Abdul Kadir dan rombongan di Rujab Wagub Sulsel, Sabtu (17/4/2021). foto: humas pemprov sulsel
SAMBUTAN. Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menyambut Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan (Yankes) Kementerian Kesehatan RI Prof dr Abdul Kadir dan rombongan di Rujab Wagub Sulsel, Sabtu (17/4/2021). foto: humas pemprov sulsel

PLUZ.ID, MAKASSAR – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, mensupport rencana pembangunan Rumah Sakit (RS) Pusat Otak Nasional di Sulsel. Rumah Sakit Pusat Otak Nasional akan dibangun Kementerian Kesehatan RI.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan (Yankes) Kementerian Kesehatan RI Prof dr Abdul Kadir didampingi Neurolog RS PON Jakarta dr Nizar Yamanie dan Neurolog dr Ashari saat melakukan pertemuan dengan Plt Gubernur Sulsel, di Rujab Wagub Sulsel, Sabtu (17/4/2021).

Turut hadir mendampingi Plt Gubernur Sulsel, diantaranya Asisten I Bidang Pemerintahan Pemprov Sulsel, Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan Pemprov Sulsel, Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Kepala BKAD Sulsel, dan Direktur RS Dadi.

Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan (Yankes) Kementerian Kesehatan RI, Prof dr Abdul Kadir, mengatakan, pihaknya ingin melaporkan, ada keinginan Menteri Kesehatan untuk membangun Rumah Sakit Pusat Otak Nasional di Makassar.

Nantinya, Rumah Sakit Pusat Otak Nasional ini menjadi rumah sakit otak kedua di Indonesia, setelah Rumah Sakit Otak Nasional di Jakarta.

“Kami mohon bantuan Bapak Plt Gubernur untuk merealisasikan rencana pembangunan rumah sakit ini. Dan kami siapkan anggaran sekitar Rp900 miliar untuk bangunan gedung dan peralatan rumah sakit,” ungkapnya.

Bangunan RS Pusat Otak Nasional ini,
bisa berstandar internasional. Bahkan, rumah sakit ini, bisa menjadi peluang besar untuk Sulsel, karena akan melayani masyarakat di Indonesia bagian Timur.

Ia pun berterima kasih atas penerimaan dan dukungan Plt Gubernur Sulsel dalam mendukung percepatan pembangunan Rumah Sakit Pusat Otak Nasional di Makassar.

Neurolog RS PON Jakarta, dr Nizar Yamanie, mengaku, persetujuan dari Plt Gubernur menjadi kabar gembira untuk percepatan pembangunan rumah sakit ini.

Ia pun memuji infrastruktur di Sulsel, khususnya di Makassar yang berkembang pesat.

“Makassar ini akan jadi central Indonesia Timur. Banyak potensi di Sulsel. Aman Indonesia jika Gubernurnya (Andi Sudirman Sulaiman) seperti ini,” katanya.

Sementara, Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, mengaku, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel menyiapkan beberapa lokasi untuk pembangunan rumah sakit.

“Sulsel nyatakan siap untuk pembangunan Rumah Sakit Pusat Otak Nasional ini. Kami senang dengan ide ini,” imbuhnya.

Apalagi, kata dia, banyak aset Pemprov Sulsel yang bisa dimanfaatkan untuk digunakan. Yang nantinya bisa dihibahkan untuk pembangunan rumah sakit ini.

Andi Sudirman pun memaparkan beberapa progres pembangunan di Sulsel. Diantaranya, Makassar New Port yang menjadi pelabuhan terbesar, bahkan kapal 400 meter bisa bersandar, serta transportasi lainnya yang terus dikembangkan seperti bandara dan kereta api.

“Untuk lahannya, kita bisa buatkan hibah bangunan dan kerjasamakan. Kita ingin nantinya rumah sakit ini dikelola BUMN, karena ini beresiko. Saya tidak mau menetapkan kebijakan yang jika itu nantinya bisa berubah (pergantian kepemimpinan),” katanya.

Ia pun mengaku, senantiasa menerima kembali kunjungan rombongan Kementerian Kesehatan.

“Anytime, kapan saja, saya selalu terbuka. Saya siap menerima, yang penting untuk masyarakat banyak. Mari kita sama-sama kerjakan,” tegasnya.

Diketahui, tingkat kesakitan, karena stroke (serangan otak) yang cukup tinggi, maka diperlukan rumah sakit yang khusus dan secara komprehensif menangani masalah kesehatan otak dan syaraf (neurologi). Stroke juga menjadi salah satu tertinggi tingkat penyebab kematian terbanyak di rumah sakit di Indonesia. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top