search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Wawali Makassar Hadiri Pengarahan Moderasi Beragama Menko Polhukam

doelbeckz - Pluz.id Jumat, 23 April 2021 21:00
PERTEMUAN. Wakil Wali Kota Makassar Fatmawati Rusdi saat menghadiri pertemuan yang digelar Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD di Ruang Rapat Kantor Gubernur Sulsel, Jumat (23/4/2021). foto: humas pemkot makassar
PERTEMUAN. Wakil Wali Kota Makassar Fatmawati Rusdi saat menghadiri pertemuan yang digelar Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD di Ruang Rapat Kantor Gubernur Sulsel, Jumat (23/4/2021). foto: humas pemkot makassar

PLUZ.ID, MAKASSAR – Wakil Wali Kota Makassar Fatmawati Rusdi menghadiri pertemuan yang digelar Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD di Ruang Rapat Kantor Gubernur Sulsel, Jumat (23/4/2021).

Pengarahan ini dihadiri Bupati Gowa, Maros, Bupati Takalar beserta Bupati Bone, khusus Bupati Bone hadir bersama Forkopimda serta Komandan Korem (Danrem) 141/Toddopuli, dan lainnya.

Mahfud MD memimpin langsung pertemuan tersebut. Di hadapan kepala daerah serta Forkopimda se-Sulsel Mahfud mengatakan, pertemuan ini sebagai ajang dialog bersama kepala daerah dan sekaligus silaturahmi.

“Topik utamanya adalah moderasi beragama dalam menjaga kesatuan dan keutuhan bangsa. Ide dasarnya, semua agama yang ada di dunia ini hanya ingin membangun kedamaian diantara sesama manusia,” katanya.

Oleh karena itu, Mahfud mengatakan, moderasi beragama itu harus dilaksanakan semua orang yang beragama, melaksanakan ajaran agamanya dengan baik. Tetapi jangan menyalahkan dan memusuhi orang yang beragama lain.

“Bagi yang berkeyakinan berbeda, sehingga dia moderat, taat pada agamanya, silahkan jalankan dengan agamanya dan keyakinannya sendiri,” tuturnya.

Wakil Wali Kota (Wawali) Makassar, Fatmawati Rusdi, usai mengikuti pengarahan mengatakan, dengan kesadaran beragama diharapkan setiap pemeluk agama melaksanakan ajaran agamanya masing-masing.

“Seperti yang diarahkan Pak Mahfud tadi itu adalah pesan moral bagi pemeluk agama yang berbeda-beda, agama yang harus ditaati. Sehingga serasi antara hukum dan pedoman moral, sejalan dengan satu sama lain, yang bisa menjaga NKRI,” terangnya. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top