search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Polrestabes Amankan Pejabat Pemkot Makassar, Tersangka Patungan Beli Sabu

doelbeckz - Pluz.id Minggu, 25 April 2021 13:00
KONFERENSIN PERS. Polrestabes Kota Makassar menghadirkan empat tersangka penyalahgunaan narkotika jenis sabu-sabu dan
KONFERENSIN PERS. Polrestabes Kota Makassar menghadirkan empat tersangka penyalahgunaan narkotika jenis sabu-sabu dan

PLUZ.ID, MAKASSAR – Polrestabes Kota Makassar membeberkan keberadaan empat orang pejabat Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar yang ditangkap karena terlibat penyalahgunaan narkotika jenis sabu di Mapolrestabes Makassar, Minggu (25/4/2021).

Mereka adalah Syafruddin, Muhammad Yarman, Irwan Miladji, dan M Sabri.

“Pada hari Jumat, 23 April 2021, Pukul 20.30 WITA kita amankan empat orang tersangka bersama barang bukti dua kemasan sabu-sabu,” beber AKBP Yudi Frianto, Kasat Narkoba Polrestabes Makassar.

Yudi Frianto pun membeberkan kronologis penangkapan tersebut.

“Berdasarkan info masyarakat di AP Pettarani III, Kelurahan Tamamaung, Kecamatan Panakukkang, Kota Makassar ini, sering terjadi transaksi narkotika jenis sabu-sabu, selanjutnya anggota Satuan Narkoba langsung ke TKP (Tempat Kejadian Perkara) dan mengamankan Syafruddin bersama barang bukti dua sachet (kemasan) sabu yang disimpan di saku celana bagian depan,” bebernya.

“Dari interogasi awal, pelaku mengakui barang bukti tersebut adalah miliknya bersama teman-temannya, yaitu Sabri dan Yarman yang dibeli secara patungan menggunakan uang Syafruddin sebanyak Rp600.000, uang Sabri Rp1.000.000, dan Yarman Rp1.000.000,” tambahnya.

Yudi Frianto menjelaskan, selanjutnya tim bergerak melakukan pengembangan di Jl AP Pettarani III Makassar dan berhasil mengamankan Yarman dan Irwan. Selanjutnya anggota melakukan pengembangan lagi di rumah Sabri di Jl Racing Center Makassar (Jl Prof Basalama) dan berhasil mengamankan Sabri. Selanjutnya, keempat pelaku bersama barang bukti diamankan di Satuan Narkoba Polrestabes Makassar guna pemeriksaan lebih lanjut.

“Pasal yang dilangggar, yaitu pasal 112 (1) dan pasal 114 (1) jo pasal 132 (1) Undang-Undang (UU) Nomor 35 tahun 2014 tentang Narkotika. Adapun, ancaman hukumannya adalah pidana penjara paling singkat empat tahun dan paling lama 12 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp800.000 000 dan paling banyak Rp8 miliar. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top