Brimob Perkuat Penjagaan di Posko Perbatasan Bone

PLUZ.ID, BONE – Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Sulsel yang bermarkas di Kabupaten Bone memberikan atensi khusus terhadap instruksi pemerintah pusat memperketat protokol kesehatan menjelang libur panjang.

Menyikapi hal ini, Komandan Batalyon (Danyon) C Pelopor Satbrimob Polda Sulsel, Kompol Nur Ichsan, menyatakan, siap menyokong Bupati Bone Andi Fahsar Mahdin Padjalangi selaku Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Bone dalam menjalankan instruksi pemerintah pusat, yakni dengan menghadirkan posko pemeriksaan di pintu-pintu masuk Bone.

Diketahui, Pemkab Bone akan ketat menjaga sejumlah titik perbatasan, mulai 1 Mei hingga 24 Mei.

Ada lima titik yang akan dibuat posko, yakni di Kecamatan Kajuara, Libureng, Lamuru, Kecamatan Amali, dan Ajangale.

Juru Bicara (Jubir) Satgas Covid-19 Bone, drg Yusuf Tolo, menjelaskan, di posko nantinya akan dicek kelengkapan sesuai Surat Edaran (SE) Satgas Covid-19.

“Mulai dari surat izin masuk atau surat tugas, lalu menunjukkan surat keterangan rapid test antigen,” jelasnya.

“Semua pelintas dicatat dan dikoordinasikan melalui posko secara berjenjang dari Forkopincam (Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan) sampai petugas PPKM mikro (Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat skala mikro) yang ada di desa dan kelurahan,” sambungnya.

Yusuf menjelaskan, Bupati Bone meminta kepada seluruh petugas posko agar melaksanakan tugas dengan cara-cara yang humanis.

“Dengan tetap mengedepankan budaya Sipakatau dan Sipakainge,” akunya.

Sementara, Danyon C Pelopor Satbrimob Polda Sulsel, Kompol Nur Ichsan, mengatakan, pihaknya siap menerjunkan personel untuk membantu mengawal posko perbatasan.

“Pelarangan mudik ini oleh pemerintah semata-mata untuk kepentingan bersama. Kita harus belajar dari kondisi yang terjadi di India, yang kini dilanda tsunami Covid-19. Kejadian ini, tentu tidak kita harapkan juga di Indonesia,” jelas Danyon Ichsan, Kamis (29/4/2021).

“Saya sendiri juga mau mudik dan rindu kepada keluarga. Namun, untuk kepentingan lebih besar, mudik ditunda dahulu demi keselamatan bersama,” sambungnya.

Masih, kata Danyon Ichsan, Covid-19 masih merajalela. Upaya pemerintah Indonesia untuk penanganan Covid-19, harus didukung dari hulu ke hilir.

“Perlu kerja sama dari semua stakeholder. Tidak hanya peran pemerintah, tetapi dalam hal ini, peran masyarakat juga diharapkan bisa mendukung. Caranya, tidak mudik lebaran tahun ini,” jelasnya.

Adapun di tempat terpisah, Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Sulsel, Kombes Pol Muhammad Anis, menuturkan, Satbrimob Polda Sulsel akan terus berupaya memaksimalkan diri untuk menyukseskan segala instruksi dari pemerintah pusat.

“Termasuk dalam rangka bagaimana menjalankan instruksi pemerintah pusat untuk menyosialisasikan larangan mudik. Jadi silahkan masing-masing batalyon berkreasi membuat imbauan yang  yang mudah dipahami dan diterima masyarakat untuk tidak mudik. Misalnya buat film pendek atau lagu,” jelasnya. (***)

Berita Terkait
Baca Juga