search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Peringati Mayday, Plt Gubernur Sulsel Temui Serikat Pekerja dan BPJS Ketenagakerjaan

doelbeckz - Pluz.id Sabtu, 01 Mei 2021 13:00
SILATURAHMI. Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, bersilaturahmi dengan sembilan Serikat Pekerja dan Direksi BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Sulawesi Maluku di Rumah Jabatan Wakil Gubernur Sulsel, Jumat (30/4/2021) malam. foto: humas pemprov sulsel
SILATURAHMI. Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, bersilaturahmi dengan sembilan Serikat Pekerja dan Direksi BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Sulawesi Maluku di Rumah Jabatan Wakil Gubernur Sulsel, Jumat (30/4/2021) malam. foto: humas pemprov sulsel

PLUZ.ID, MAKASSAR – Memperingati Hari Buruh 1 Mei 2021 (Mayday), Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, bersilaturahmi dengan sembilan serikat pekerja dan Direksi BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Sulawesi Maluku di Rumah Jabatan Wakil Gubernur Sulsel, Jumat (30/4/2021) malam.

Sembilan Serikat Pekerja tersebut, yakni Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI), Konfederasi Serikat Nusantara (KSN), Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Federasi Serikat Pekerja (FSP) Kahutindo, Gabungan Serikat Buruh Nasional (GSBN), Gabungan Serikat Buruh Mandiri Indonesia (GSBMI), dan Federasi Perjuangan Buruh Nasional Konfederasi Serikat Nasional (FPBN KSN).

Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, menjelaskan, khusus pertemuan dengan BPJS Ketenagakerjaan membahas rencana kerja sama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel untuk jaminan kesehatan bagi tenaga non Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Pertemuan tadi ada pembicaraan dengan BPJS Ketenagakerjaan. Sebenarnya justru mereka menyasar di pemprov dan beberapa ketenagakerjaan untuk tenaga non ASN juga,” jelasnya.

Untuk saat ini, kata Plt Gubernur, jaminan tenaga kerja bagi ASN masih menggunakan Taspen. Tapi di tahun 2029 nanti, dilakukan penyeragaman dengan penggunaan Jaminan Tenaga Kerja menggunakan BPJS Ketenagakerjaan.

“BPJS Ketenagakerjaan ini bagus ya karena bisa mencakup juga JHT (Jaminan Hari Tua),” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Andi Sudirman, dengan serikat pekerja dan serikat buruh ada pembahasan terkait dengan peningkatan skill pekerja atau buruh melalui pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK), untuk peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dari para buruh dan pekerja.

“Kita juga bicara dengan teman-teman terkait bagaimana peningkatan skill sudah ada teman-teman Serikat Pekerja Serikat Buruh dan lainnya sudah pernah di BLK, termasuk untuk peningkatan skil, bahasa, teknologi informasi, dan komputerisasi,” ucapnya.

“Itu bagus, justru itu positif. Kita saling mengisi, saling berbagi informasi tentang apa kebutuhan teman-teman dari serikat buruh dan serikat pekerja, dan apa yang bisa pemprov kerja samakan dengan mereka,” lanjutnya.

Dalam silaturahmi tersebut, Andi Sudirman menyampaikan, pemprov bersama BPJS Ketenagakerjaan juga menyerahkan bantuan kepada serikat buruh dan serikat pekerja di masa pandemi ini. Meskipun, jumlah bantuan yang diserahkan terbatas, karena kondisi saat masih dalam pandemi Covid-19.

“Ini ada beberapa bantuan diberikan, tentu masih terbatas karena masalahnya tidak terlepas dengan kondisi (pandemi Covid-19) kita kan, sehingga perlu gotong royong lah sama-sama kita nanti,” ucapnya.

Sementara, Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sulawesi Maluku, Arief Budiarto, mengatakan, penyerahan bantuan paket sembako dilakukan untuk meringankan beban pekerja di masa pandemi Covid-19.

“Eksistensi Serikat Pekerja (SP) dan Serikat Buruh (SB) akan sangat mendukung penyampaian informasi dan edukasi Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan kepada pekerja. Paket sembako ini merupakan salah satu bentuk dukungan BPJS Ketenagakerjaan dalam meningkatkan engagement dan kerja sama dengan stakeholder pekerja melalui serikat pekerja dan serikat buruh,” katanya.

Arief mengatakan, paket bantuan yang diberikan terdiri dari beras 5 Kilogram (Kg), minyak goreng 2 Liter, gula pasir 1 Kg, mie instan 5 bungkus, dan teh celup 1 kotak.

Kegiatan penyerahan secara simbolis yang dilaksanakan ini tetap mengacu pada aturan protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah. Yaitu dengan meminimalisir jumlah peserta yang hadir, dan menjaga jarak aman antar tamu undangan yang hadir. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top