search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Unhas Akan Kukuhkan 3 Guru Besar, 2 Bersaudara Kandung, Djusman AR Beri Selamat

doelbeckz - Pluz.id Sabtu, 01 Mei 2021 17:00
PENGUKUHAN. Unhas Makassar akan mengukuhan tiga guru besarnya di Ruang Senat Lantai 2 Rektorat Kampus Unhas, Tamalanrea, Jl Perintis Kemerdekaan, Kota Makassar, Selasa (4/5/2021). foto: istimewa
PENGUKUHAN. Unhas Makassar akan mengukuhan tiga guru besarnya di Ruang Senat Lantai 2 Rektorat Kampus Unhas, Tamalanrea, Jl Perintis Kemerdekaan, Kota Makassar, Selasa (4/5/2021). foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar akan mengukuhan tiga guru besarnya. Mereka adalah Prof Dr Sartini MSi Apt, Prof Dr Darmawansyah SE MSi, dan Prof Dr Indrianty Sudirman SE MSi CRMP CRGP. Ketiganya akan dikukuhkan di Ruang Senat Lantai 2 Rektorat Kampus Unhas, Tamalanrea, Jl Perintis Kemerdekaan, Kota Makassar, Selasa (4/5/2021).

Dua diantara tiga guru besar itu, merupakan saudara kandung. Yakni, Prof Dr Sartini dan Prof Darmawansyah.

Prof Sartini adalah guru besar dalam bidang ilmu mikrobiologi di Fakultas Farmasi yang juga saat ini menjabat Wakil Dekan II. Saudaranya, Prof Darmawansyah dikukuhkan sebagai guru besar dalam bidang ilmu ekonomi kesehatan masyarakat di Fakultas Kesehatan Masyarakat.

Selain dua profesor bersaudara, kiprah Prof Indrianty sebagai guru besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis juga menarik diketahui.

Selain mengajar, ia intens tampil sebagai pemateri dalam berbagai diskusi baik tingkat lokal, nasional, dan internasional.

Prof Indrianty juga intens sebagai asesor internasional. Diantaranya, Assesor International ETEC-NCAAA, Kingdom of Saudi Arabia; Assesor European Network for Quality Assurance Agencies (ENQA); Assessors for Share Pilot Review Exercises of EQAAAS, European Network for Quality Assurance in Higher Education (ENQA) and Asean Quality Assurance Network (AQAN); Asesor Agência Nacional para a Avaliação Acreditação Académica (ANAAA).

Prof Indrianty juga cukup aktif mendorong partisipasi publik dalam pembangunan.

Ia tercatat sebagai Badan Konsultatif di dua NGO, yakni Lembaga Peduli Sosial Ekonomi Budaya Hukum dan Politik (LP-SIBUK) Sulsel dan Forum Komunikasi Lintas (FoKaL) NGO Sulawesi.

Untuk diketahui, Prof Sartini dalam pidato pengukuhan, mengangkat judul Prospek Katekin Teh Hijau sebagai Obat Modern Asli Indonesia (OMAI) untuk Terapi Pendamping Antibiotika B-Lactam Terhadap Bakteri Methicillin Resistant Staphyloccus Aureus.

Sedangkan, Prof Darmawansyah mengangkat judul Kebijakan Pembiayaan Kesehatan di Indonesia: Tantangan Menuju Kemandirian Kesehatan di Era Pandemi Covid-19.

Selanjutnya, Prof Indrianty membawakan pidato berjudul Markor Plus: Suatu Pendekatan Baru untuk Pengayaan Konsep Market Oritentation.

Prof Indrianty menjelaskan, teori orientasi pasar markor dengan pembelajaran sebagai variable yang dapat digunakan secara sinergis untuk memaksimalkan nilai bagi pelanggan sekaligus driving the market.

“Selama ini ilmu pemasaran dibingkai dengan orientasi terhadap kebutuhan dan keinginan pasar, sehingga strategi strategi lebih mengarah kepada market driven,” jelasnya.

Dengan penemuan Prof Indrianty, pasar terkadang tidak menyadari apa yang dibutuhkannya. Oleh karena itu, pembelajaran pelanggan akan menjadi inovasi dalam ilmu pemasaran untuk mengedukasi pelanggan tentang apa maksimasi nilai produk yang menjawab kebutuhan dan keinginannya.

Judul pidato penerimaan jabatan ketiga profesor tersebut dinilai sangat berkesuaian dengan kondisi pandemi global saat ini.

Terkait pengukuhan sebagai guru besar tersebut, Koordinator Forum Komunikasi Lintas (FoKaL) NGO Sulawesi, Djusman AR, mengucapkan selamat.

“Kebetulan kedua orang ini, Prof Darmawansyah Djohansyah dan Prof Sartini Djohansyah adalah kakak sepupu saya. Prof Darmawansyah adalah salah satu Badan Konsultatif di Lembaga Peduli Sosial Ekonomi Budaya Hukum & Politik (LP-SIBUK) Sulsel dan Forum Komunikasi Lintas (FoKaL) NGO Sulawesi, lembaga yang saya pimpin selama ini,” ujar Djusman, Jumat (30/4/2021) malam.

“Sementara Prof Indri, selain sebagai dosen pembimbing saya semasa di Pascasarjana Unhas, juga merupakan salah satu Badan Konsultatif di dua lembaga yang kami pimpin, yakni Lembaga Peduli Sosial Ekonomi Budaya Hukum dan Politik (LP-SIBUK) Sulsel dan Forum Komunikasi Lintas (FoKaL) NGO Sulawesi,” ungkap Djusman.

Diketahui, Djusman, selain memimpin dua lembaga tersebut, juga diketahui sebagai Koordinator Badan Pekerja Komite Masyarakat Anti Korupsi (KMAK) Sulselbar.

Djusman pun menyampaikan apresiasi dan selamat atas pengukuhan sebagai guru besar kepada Prof Darmawansyah, Prof Sartini, dan Prof Indri.

“Tentu kami bangga, atas nama keluarga dan lembaga mengapresiasi atas prestasi dan capaian akademik yang telah diraih,” kata Djusman yang juga dikenal sebagai tokoh anti korupsi ini.

Kak Mawang dan Kak Nini, sapaan akrab kedua guru besar yang bersaudara kandung tersebut, memang dikenal sebagai keluarga yang sangat peduli terhadap dunia pendidikan. Sementara, Prof Indri selain sebagai dosen juga aktif mendorong partisipasi publik dan perencanaan keuangan dan pembangunan daerah. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top