search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Dry Port Akan Dibangun di Jeneponto

doelbeckz - Pluz.id Minggu, 02 Mei 2021 22:00
KERJA SAMA. Penandataganan Perjanjian Kerja Sama antara Pemprov Sulsel bersama dengan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo), dan Pemkab Jeneponto pada momen Hari Jadi Kabupaten Jeneponto ke-158 di Ruang Pola Kantor Bupati Jeneponto, Sabtu (1/5/2021). foto: humas pemprov sulsel
KERJA SAMA. Penandataganan Perjanjian Kerja Sama antara Pemprov Sulsel bersama dengan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo), dan Pemkab Jeneponto pada momen Hari Jadi Kabupaten Jeneponto ke-158 di Ruang Pola Kantor Bupati Jeneponto, Sabtu (1/5/2021). foto: humas pemprov sulsel

PLUZ.ID, JENEPONTO – Pelabuhan Daratan atau Dry Port akan dibangun di Kabupaten Jeneponto.

Dry Port yang akan menjadi hub untuk wilayah Selatan ini, akan dibangun bersama, antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jeneponto, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel, dan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo).

Hal itu ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemprov Sulsel bersama dengan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo), dan Pemkab Jeneponto pada momen Hari Jadi Kabupaten Jeneponto ke-158 di Ruang Pola Kantor Bupati Jeneponto, Sabtu (1/5/2021).

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, menyatakan, kesiapan rencana pembangunan lokasi pergudangan untuk Pelabuhan Daratan atau Dry Port yang akan menjadi hub untuk wilayah Selatan.

Menurutnya, melalui Dry Port ini akan menjadi pangkalan transit barang dari dan ke wilayah bagian Selatan. Hal ini sebagai upaya pemerintah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di wilayah selatan, baik Jeneponto maupun daerah lainnya.

“Kita akan bangun Dry Port bersama PT Pelindo sebagai hub di Jeneponto,” katanya.

“Ini kalau ada nanti hub-nya disini, malahan dari Takalar, dari Bantaeng ditarik barangnya masuk ke situ (Dry Port), nanti masuk kontainer baru dikirim. Sehingga, nanti tidak boleh ada truk pengangkut barang yang langsung mengirim ke lokasi pengiriman melainkan harus masuk ke Dry Port terlebih dahulu,” lanjutnya.

Hadirnya Dry Port ini, kata dia, nantinya akan mengurangi dampak kemacetan dan lebih mudah mendatangkan eksportir di Kabupaten berjuluk Butta Turatea ini.

“Jadi tidak banyak truk masuk kota. Lebih mudah juga bagi para eksportir, para pelaku rumput laut, petani buah, dan sebagainya. Jeneponto nanti akan ada eksportir, sehingga akan ada geliat ekonomi disini,” terangnya.

Ia pun mengapresiasi sejumlah pembangunan serta potensi alam yang besar dimiliki Jeneponto.

“Di sini sudah punya PLTB, sudah punya PLTU, semuanya sudah ada di sini,” ujarnya.

158 Tahun Kabupaten Jeneponto, Plt Gubernur Sulsel berharap agar pemerintah kabupaten tetap membangun sinergitas untuk peningkatan pembangunan dan perekonomian di Sulsel.

Dalam kegiatan itu, Plt Gubernur juga melaunching program digitalisasi desa dan menandatangani sejumlah prasasti pembangunan beberapa proyek tahun anggaran 2019/2020.

Diantaranya, proyek peningkatan aula pertemuan Kecamatan Arungkeke, jaringan perpipaan Kelurahan Tolo Kecamatan Kelara, peningkatan jalan ruas Allu-Marayoka Pappaluang yang bersumber dari dana hibah bantuan keuangan provinsi, rehabilitasi D.1 Pokobulo Kana, bangunan RSUD Rumbia, UPTD Puskesmas Embo, dan gedung PCS 119.

Tidak hanya itu, Plt Gubernur Sulsel juga menyerahkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Sulselbar berupa satu unit mobil Water Suply kepada Pemkab Jeneponto, dan penyerahan Surat Keputusan (SK) Bupati Jeneponto Tentang Penetapan Status Badan Layanan Umum Daerah Unit Pelaksana Teknis RSUD Lanto Dg Pasewang. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top