search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Pangkep Sijagai, Menjaga Kesehatan Warga

doelbeckz - Pluz.id Rabu, 05 Mei 2021 14:00
LAUNCHING. Bupati Pangkep, H Muhammad Yusran Lalogau, memasangkan rompi kepada tim medis sebagai simbol launching program Pangkep Sijagai di alun-alun Citra Mas Pangkep, Rabu (5/5/2021). foto: humas pemkab pangkep
LAUNCHING. Bupati Pangkep, H Muhammad Yusran Lalogau, memasangkan rompi kepada tim medis sebagai simbol launching program Pangkep Sijagai di alun-alun Citra Mas Pangkep, Rabu (5/5/2021). foto: humas pemkab pangkep

PLUZ.ID, PANGKEP – Bupati Pangkep, H Muhammad Yusran Lalogau, memukul gong yang disertai sirine ambulance memekik sebagai launching program Pangkep Sijagai di alun-alun Citra Mas Pangkep, Rabu (5/5/2021).

Peluncuran ini juga sekaligus ditandai ikrar ucapan dari semua tim potensi organisasi profesi kesehatan untuk mensukseskan program unggulan bidang kesehatan ini sebagai salah satu agenda 100 hari kerja pemerintahan Bupati dan Wakil Bupati Pangkep.

Pekikan dari 27 ambulance tersebut berhasil mendapat perhatian. Bukan hanya dari peserta upacara yang dihadiri Forkopimda, dokter rumah sakit, dan tenaga medis, tetapi juga pengguna jalan di seantero Kota Pangkajene.

Usai pembacaan ikrar, iring-iringan ambulance penuh branding ‘Pangkep Sijagai’ itu, perlahan meninggalkan alun-alun menuju Minasatene hingga RSUD Pratama Labakkang. Para peserta upacara dan masyarakat setempat tak lupa mengabadikannya hingga menghiasi status-status di media sosial.

Bupati Pangkep, H Muhammad Yusran Lalogau, optimistis program ini bisa sukses dalam program 100 hari pemerintahannya. Apalagi, Pangkep Sijagai ini melibatkan 3.265 tenaga kesehatan dari dua rumah sakit, RS Batara Siang dan RS Pratama. Belum lagi 23 puskesmas, 70 Puskesmas Pembantu. Ada juga dilibatkan 5 klinik, 38 unit ambulance, dan satu unit ambulance laut.

“Kalau semua ini bergerak, maka kita tidak ingin ada lagi mendengar masyarakat Pangkep yang sakit, karena tidak ada petugas kesehatan atau tidak dilayani petugas medis,” ujarnya.

Yusran mengatakan, program yang diinisiasi Dinas Kesehatan dan RSUD Batara Siang ini salah satu misi Pangkep Hebat di bidang kesehatan.

“Dan semua elemen harus mendukung dan mensukseskannya, karena ini merupakan layanan peningkatan akses kesehatan untuk semua lapisan masyarakat,” terangnya.

Bupati menjelaskan, Pangkep Sijagai ini, dimaknai sebagai Pangkep yang saling menjaga. Saling menjaga dalam satu rumah tangga, saling menjaga dalam satu rukun tetangga, wilayah, satu desa, kecamatan hingga saling menjaga satu kabuaten Pangkep.

“Goal-nya bagaimana kita saling menjaga yang diimplementasikan dalam kehidupan masyarakat sebagai upaya mewujudkan Pangkep Sehat dalam pemerintahan Pangkep Hebat,” jelas Yusran.

Direktur RSUD Batara Siang, dr Annas menjelaskan, program ini diharapkan bisa menjamin pemenuhan hak dasar masyarakat dalam pelayanan kesehatan dasar, baik dalam hal preventif, promotive, kuratif maupun rehabilitative, memberikan perlindungan kepada masyarakat dan petugas kesehatan dalam pelayanan serta meningkatkan peran dan dukungan keluarga, masyarakat, dan pemerintah terhadap keberhasilan pembangunan kesehatan.

Menurutnya, Pangkep Sijagai ini, merupakan program unggulan bidang kesehatan yang dikemas dalam tiga kegiatan, seperti program home care dan home visit yang diaplikasan dalam kegiatan kunjungan petugas medis secara berkala kepada pasien dengan kriteria penyakit kronis berat dan tidak mampu lagi ke sarana puskesmas atau rumha sakit.

Ada juga program Jemput Antar Ambulance, penanganan kedaruratan medik dan Layanan Panduan Call Center, yakni layanan masyarakat yang membutuhkan penanganan kedaruratan medik di tempat dan yang membutuhkan bantuan ambulance akan segera dikunjungi tim yang bertugas.

“Bila dapat ditangani di tempat maka akan dilakukan penanganan hingga selesai. Bila memerlukan tindakan lanjutan di sarana kesehatan, maka akan segera dievakuasi ke sarana lesehatan terdekat, seperti puskesmas,” ujar dr Annas yang juga anggota Tim Bupati untuk Percepatan Pembangunan (TBUPP) Pangkep.

Selain itu, kata Annas, juga ada program Desa Siaga 1 Dokter 1 Des. Program ini sebagai rangkaian Sijagai, setiap desa memiliki satu dokter penanggung jawab, perawat, dan bidan serta satu orang asisten hebat yang akan terus memantau kesehatan masyarakat di masing-masing wilayah.

“Bila ada masalah lesehatan, maka asisten hebat akan melaporkan ke pemerintah kabupaten melalui Hotline Hebat untuk aksi cepat tanggap. Bidan dan perawat akan berkoordinasi dengan dokter penanggung jawab untuk tindakan mediknya. Program ini terutama dititik beratkan pada kasus-kasus kehamilan dan persalinan, gizi buruk dan stunting serta masalah-masalah kesehatan lainnya,” papar Annas. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top