search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Pemerintah Pusat Akan Bantu Pengelolaan TPA Antang

doelbeckz - Pluz.id Senin, 24 Mei 2021 20:00
PENINJAUAN. Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mendampingi Deputi Koordinasi Bidang Kedaulatan Maritim dan Energi Kemenko Marves RI Basilio Diaz Arauzo meninjau TPA Antang, Tamangapa, Manggala, Senin (24/5/2021). foto: humas pemkot makassar
PENINJAUAN. Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mendampingi Deputi Koordinasi Bidang Kedaulatan Maritim dan Energi Kemenko Marves RI Basilio Diaz Arauzo meninjau TPA Antang, Tamangapa, Manggala, Senin (24/5/2021). foto: humas pemkot makassar

PLUZ.ID, MAKASSAR – Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mendampingi Deputi Koordinasi Bidang Kedaulatan Maritim dan Energi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) RI Basilio Diaz Arauzo meninjau Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang, Tamangapa, Manggala, Senin (24/5/2021).

Dalam kunjungan tersebut Deputi melihat langsung kondisi terkini TPA Antang secara detail.

Basilio mengatakan, saat ini TPA Antang termasuk dalam 12 kota di Indonesia yang dianggap darurat sampah dan layak untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat.

“Sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 35 TPA Antang (nama lain TPA Tamangapa) ini, termasuk dalam kategori darurat sampah. Oleh karena itu, pemerintah pusat akan membantu pemerintah daerah termasuk TPA Antang ini,” ucapnya.

Deputi menambahkan, pemerintah akan mencoba menyelesaikan masalah persampahan yang ada di daerah dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat.

“Artinya termasuk bantuan-bantuan pembiayaan kalau seandainya pendapatan daerahnya kurang untuk membiayai pengolahan sampahnya, maka pemerintah pusat akan membantu,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, mengatakan, TPA Antang termasuk dari 24 program strategisnya yang masuk dalam daftar penataan total.

“Jelas diantara 24 program strategis, salah satunya adalah penataan total persampahan. Kategori dalam Perpres tadi yang diterangkan Pak Deputi, bahwa kita salah satu prioritas. Karena kita termasuk darurat sampah. Dengan persyaratan di atas seribu ton per hari, data yang saya terima bahwa tiap hari sampai yang masuk di sini adalah seribu dua ratus, tepatnya dalam penelitian seribu seratus tiga puluh lima ton per hari,” jelasnya.

Danny menjelaskan, konsep persampahan pada saat periode pertamanya memimpin Kota Makassar sudah mulai dijalankan, namun kembali konsep tersebut tidak berjalan sebagaimana mestinya.

“Dua tahun ini kita melihat ada penurunan kualitas di TPA. Kami perlihatkan tadi kepada deputi termasuk beberapa sistem jenis sampah yang akan dimasukkan di dalam pabrik energi sampah ini. Saya ingin jadi kick off, artinya awal kita menata sampah,” terang Danny. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top