search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Pelindo IV Ingin ISOI Sharing Bagaimana Kelola Laut yang Baik

doelbeckz - Pluz.id Minggu, 30 Mei 2021 12:00
TERIMA KUNJUNGAN. Direksi PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) saat menerima rombongan ISOI yang dipimpin Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim, Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Safri Burhanuddin, Jumat (28/5/2021). foto: humas pelindo IV
TERIMA KUNJUNGAN. Direksi PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) saat menerima rombongan ISOI yang dipimpin Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim, Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Safri Burhanuddin, Jumat (28/5/2021). foto: humas pelindo IV

PLUZ.ID, MAKASSAR – PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) berharap Ikatan Sarjana Oseanologi Indonesia (ISOI) bisa memberikan masukan tentang bagaimana mengelola laut yang lebih baik setelah melakukan kunjungan langsung ke Makassar New Port (MNP).

Hal ini diungkapkan Direktur Teknik PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero), Prakosa Hadi Takariyanto, saat menerima rombongan ISOI yang dipimpin Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim, Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Safri Burhanuddin, di Ruang Serbaguna Kantor Makassar New Port, Jumat (28/5/2021) lalu.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan ISOI ingin melihat langsung MNP yang akan menjadi salah satu pelabuhan utama di Indonesia.

“Selain itu, ISOI juga ingin melihat dari beberapa sisi, utamanya bagimana Pelindo IV mengelola laut di sekitar MNP, terlebih dalam pengeloaan sampah laut yang harus dikoordinasikan dengan Pemerintah Kota Makassar. Bagaimana mengontrol sampah-sampah yang dari kota agar tidak sampai ke laut karena sampah-sampah di laut juga adalah tanggung jawab pemerintah kota,” jelasnya.

“Kita memang tidak bisa menangani semua sampah terutama yang ada di laut, tetapi paling tidak bisa dikurangi. Salah satu tugas ISOI adalah untuk ikut mengatasi haluan maritim Indonesia dan tugas ISOI juga adalah mencari tahu arus laut yang ada di MNP, sehingga bisa membantu untuk menganalisa,” tambahnya.

Selain itu, lanjut Safri, salah satu tujuan rombongan ISOI mengunjungi MNP adalah untuk melihat langsung mega proyek tersebut yang dirancang sebagai green port, sehingga harus ramah lingkungan dan semua fasilitas yang tersedia harus full otomatis, penggunaan Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai operator mesin juga harus efisien dan pengelolaannya juga harus seminimal mungkin.

“ISOI juga ingin mengetahui, apa saja fasilitas green port yang ada di MNP,” ucapnya.

“Terima kasih banyak Pelindo IV sudah membantu ISOI untuk berpikir, bagaimana kelanjutan dari pengeloaan laut yang ada di sekitar kita,” tambahnya.

Safri berharap agar kedepan hub pelabuhan di Indonesia bukan lagi di Singapura, melainkan di Makassar New Port, jika nanti pelabuhan baru ini telah beroperasi penuh.

Sementara, Direktur Teknik PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero), Prakosa Hadi Takariyanto, mengatakan, pihaknya berharap ada yang bisa di-sharing dari hasil kunjungan langsung rombongan ISOI ke MNP, bagaimana mengelola laut yang lebih bagus.

“Kunjungan ISOI ke MNP adalah sebuah kebanggaan bagi Pelindo IV. Tolong bantu suarakan bahwa sampah-sampah yang ada tersebut bukan sampah dari MNP atau pelabuhan yang ada di Makassar, tetapi sampah milik masyarakat yang bukan produk Pelindo IV,” terangnya.

Prakosa menambahkan, Pelindo IV sudah memiliki kapal pengangkut sampah sendiri yang setiap saat siap untuk membersihkan sampah-sampah di laut sekitar pelabuhan yang ada di Makassar.

Menurutnya, tidak banyak pemilik kapal sampah di Indonesia dan Pelindo IV adalah salah satunya.

Prakosa menuturkan, sampah-sampah tersebut sudah mengkhawatirkan karena bisa membuat kapal-kapal pesiar enggan untuk sandar di Pelabuhan Makassar karena melihat kondisi lautnya yang kotor. Padahal, kedepan Terminal Petikemas Makassar (TPM) akan dipindahkan ke MNP jika pelabuhan baru tersebut sudah beroperasi penuh pada 2023 mendatang dan TPM akan dijadikan sebagai pelabuhan khusus untuk cruise atau kapal pesiar.

“Dan pada 2023 nanti, jika ada kapal pengusaha asing yang datang, Pelindo IV tidak malu menyebutkan MNP setara dengan pelabuhan di Singapura karena lautnya yang bersih dari sampah,” jelasnya. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top