search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Holywings Makassar Ditutup Karena Langgar Protokol Kesehatan

doelbeckz - Pluz.id Selasa, 01 Juni 2021 23:45
Moh Ramdhan Pomanto. foto: humas pemkot makassar
Moh Ramdhan Pomanto. foto: humas pemkot makassar

PLUZ.ID, MAKASSAR – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar mengambil langkah tegas terhadap Tempat Hiburan Malam (THM), Holywings Makassar.

Yaitu membekukan izin usaha hiburan malam terhadap THM yang berlokasi di Jl Metro Tanjung Bunga ini. Dengan demikian Holywings tidak bisa lagi beroperasi.

Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, mengatakan, menutup Holywings karena dinilai melanggar protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19. Holywings beberapa kali kedapatan membuat kerumunan yang telah dilarang dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro (PPKM Mikro).

“Sementara satu THM (Holywings Makassar ditutup), menyusul yang lain,” ujar Danny Pomanto, Senin (31/5/2021).

Danny mengatakan, pemilik usaha kerap melakukan pelanggaran. Seperti melewati jam operasional pukul 22.00 WITA dan tidak ada jaga jarak.

“Kami mengumumkan pembekuan izin untuk Holywings dan ada juga beberapa cafe lainnya yang sedang diproses sanksinya,” kata Danny.

Dijelaskan, pembekuan izin usaha Holywings akan terus berlangsung sampai pemilik punya komitmen untuk menerapkan protokol kesehatan di tempat usahanya.

“Pembekuan ini dilakukan hingga mereka bisa meyakinkan pemerintah kota untuk bisa kembali menegakkan protokol kesehatan Covid-19,” jelasnya.

DIBUBARKAN. Tim Satgas Raika Makassar membubarkan pengunjung Holywings Club yang menggelar party hingga dini hari, Minggu (23/5/2021). foto: istimewa

Sementara, Kabid Penegakan Satpol PP Makassar, Irwan, Holywings selama ini kerap dilaporkan warga, karena melanggar batas jam operasional yang ditetapkan Pemkot Makassar, yakni hingga pukul 22.00 WITA.

“Iya (selalu ada laporan), tetapi selama razia baru kali ini kita dapatkan seperti itu. Itu hari waktu kita datang sudah close, jadi baru kemarin malam kita temukan pelanggarannya,” ujar Irwan.

Saat dibubarkan, pihak THM disebut berdalih para pengunjung tidak mau pulang dengan alasan sudah membayar.

“Sudah tutup sebenarnya cuma ini pengunjung tidak mau keluar, karena mereka sudah membayar,” katanya.

Irwan mengatakan, Satgas Raika langsung menjatuhkan tiga sanksi terhadap THM Holywings.

Sanksi pertama adalah tindakan pembubaran terhadap ratusan pengunjung, sementara tindakan kedua adalah penyitaan terhadap sejumlah perabotan THM seperti kursi.

“Ketiga dibuatkan pernyataan jadi sudah tiga sanksi. Pernyataannya apabila di kemudian hari ditemukan seperti itu lagi, maka pemerintah kota akan meninjau kembali terkait dengan perizinannya,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Holywings Makassar, tetap beroperasi di tengah pandemi Covid-19. Bahkan, menggelar party hingga dini hari, Minggu (23/5/2021).

PADAT PENGUNJUNG. Suasana Holywings Club dipadati pengunjung saat tim Satgas Raika Makassar datang melakukan sidak, Minggu (23/5/2021) dini hari. foto: istimewa

Hal ini membuat Satgas Raika Kota Makassar melakukan penindakan. Yaitu, dengan membubarkan aktivitas di THM yang berlokasi di Jl Metro Tanjung Bunga ini.

Koordinator Satgas Raika Kota Makassar, Iman Hud, mengatakan, penindakan terhadap Holywings dilakukan lantaran melewati batas jam operasional. Dimana, Surat Edaran Wali Kota batas waktu aktivitas usaha cafe dan resto hanya hingga pukul 22.00 WITA.

“Penindakan kita itu sudah sesuai prosedural. Kalau sudah tiga kali ditegur, maka kita akan tutup dan segel terhadap tempat usaha,” jelas Iman Hud, Minggu (23/5/2021) lalu.

Iman mengatakan, secara prinsip aktivitas THM hingga kini belum dibolehkan. Sebab, tak ada jaminan penerapan protokol kesehatan, utamanya jaga jarak.

“Kafe juga bisa jadi THM, kemudian THM juga menyediakan makanan, tidak ada aturan jelas. Jadi, kita menggunakan konteks bahwa mereka usaha rumah makan atau restoran. Jam operasionalnya dilanggar,” paparnya.

Berdasarkan pantauan, Holywings disesaki pengunjung hinggga petugas Satgas Raika Makassar datang melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak), Minggu (23/5/2021) dini hari.

“Tidak ada jaminan penerapan protokol kesehatan, utamanya jaga jarak, makanya kita bubarkan,” tegas Imam Hud yang juga Kepala Satpol PP Kota Makassar ini. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top