search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Naomie Octarina Paparkan Program PKK Sulsel untuk Kemajuan Indonesia

doelbeckz - Pluz.id Rabu, 02 Juni 2021 15:00
Naoemi Octarina. foto: humas pemprov sulsel
Naoemi Octarina. foto: humas pemprov sulsel

PLUZ.ID, MAKASSAR – Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel, Naoemi Octarina, memaparkan sejumlah program PKK Sulsel, pada pelaksanaan pembukaan Hari Kesatuan Gerak PKK dan Rapat Kerja Daerah PKK Tingkat Provinsi Sulsel Tahun 2021, yang dilaksanakan di Hotel Four Points Makassar, Rabu (2/5/2021). Acara ini dibuka Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, melalui virtual.

Naoemi menyampaikan, PKK Sulsel berupaya untuk ikut andil dalam kemajuan Indonesia melalui program-programnya. Termasuk mendorong kemampuan masyarakat memperoleh berbagai layanan publik. Seperti pendidikan, kesehatan, perbankan, dan sebagainya.

“Untuk mengakses layanan tersebut, tentu membutuhkan kelengkapan dokumen. Saat pelaksanaan Rakernas PKK, program KISAK (Keluarga Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan) ini menjadi rekomendasi. Dan Sulsel menjadi pelopor, provinsi pertama yang menindaklanjuti hasil Rakernas ini,” ujarnya.

Melalui program KISAK ini, lanjut Naoemi, PKK Provinsi Sulsel dan Kabupaten Kota, akan bersinergi, bersama-sama menyadarkan masyarakat akan pentingnya dokumen kependudukan, sehingga dapat mengakses pelayanan publik. Mulai dari Akte Kelahiran hingga Kartu Tanda Penduduk (KTP), sangat dibutuhkan.

Selanjutnya, kata Naoemi, PKK Sulsel berupaya menjadikan keluarga sebagai pelopor perubahan untuk penanganan stunting, angka kematian ibu hamil, dan angka kematian bayi. Namun, untuk mewujudkan hal ini, semua harus bersinergi dan bergerak bersama.

“Sejauh ini belum ada data yang akurat mengenai angka kematian ibu dan bayi. Kita akan perbaiki sama-sama. Ke depan ada wacana, bagaimana jika data tersebut wajib ditembuskan ke PKK, agar bisa lebih diperhatikan,” ungkap Naoemi.

Terkait penanganan stunting, PKK Sulsel sudah membentuk tim stunting yang akan turun ke kabupaten kota, menggandeng Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Dokter Spesialis Obgyn.

“Dalam pelaksanaan programnya, PKK Sulsel juga menitikberatkan pada lingkungan hidup, dimana PKK aktif melakukan penghijauan,” bebernya.

Selain itu, PKK Sulsel juga turut andil dalam penanganan Covid-19.

Naoemi mengungkapkan, PKK Sulsel aktif melakukan sosialisasi, apalagi masih banyak warga yang tidak memakai masker dan enggan mengikuti program vaksinasi.

“Bagaimana peningkatan ekonomi selama pandemi Covid-19, PKK melakukan program inovasi agar perempuan bisa diberdayakan. Mulai dari memanfaatkan lahan pekarangan, hingga pelatihan untuk perempuan,” jelasnya.

Ke depannya, tambah Naoemi, PKK akan menjadi organisasi mandiri. Tidak hanya sekedar mengandalkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tetapi juga pihak swasta dan BUMN.

Sementara, Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, dalam sambutannya yang disampaikan melalui video sekaligus membuka acara, mengapresiasi upaya PKK Provinsi Sulsel dan Kabupaten Kota, yang selama ini turun melaksanakan program pemberdayaan keluarga. Apalagi, di tengah pandemi, PKK juga gencar melakukan sosialisasi pelaksanaan protokol kesehatan.

“PKK Sulsel juga banyak berperan dalam penanganan stunting, gizi buruk, hingga membantu warga miskin atau prasejahtera,” tuturnya.

Meski telah banyak berperan membantu pemerintah, Andi Sudirman mengatakan, masih banyak tugas PKK ke depannya. Salah satunya, menciptakan generasi berkualitas, yang lebih baik lagi ke depannya.

“Semoga PKK bisa membangun Sulsel lebih baik lagi ke depannya. Melakukan penanganan stunting, kesehatan ibu dan anak, mengatasi anak putus sekolah, ketahanan pangan, dan lain-lain. PKK Provinsi dan Kabupaten Kota, harus bersinergi, bekerja bersama-sama,” harap Andi Sudirman.

Sedangkan, Ketua TP PKK Pusat, Tri Tito Karnavian, dalam video sambutannya, menyampaikan, Hari Kesatuan Gerak PKK merupakan momentum mendasar dan memiliki arti strategis, dalam implementasi 10 program pokok PKK. Gerakan PKK dikelola dari, oleh, dan untuk masyarakat.

“PKK dalam hal ini tim penggerak di seluruh pelosok nusantara, menjadi garda terdepan meewujudkan keluarga berkualitas. Gerakan PKK bukan semata menempatkan keluarga sebagai objek sasaran pemerintah, tapi mampu menginisiasi menuju kehidupan lebih baik, sebagaimana tujuan pembangunan nasional,” tuturnya.

Dalam kesempatan ini, juga dilakukan launching program KISAK, penandatanganan perpanjangan Memorandum of Understanding (MoU) PKK, dan OPD lingkup Pemprov Sulsel, Pemberian Apresiasi Bagi Pemenang Lomba, dan Peninjauan Stand Pameran. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top