search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Fasruddin Rusli Nilai Pembangunan PLTSa Paling Efektif untuk Makassar

doelbeckz - Pluz.id Minggu, 06 Juni 2021 22:00
Fasruddin Rusli. foto: istimewa
Fasruddin Rusli. foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang, Tamangapa, Makassar, kian memprihatinkan.

Kapasitas TPA yang sudah tidak memadai mengharuskan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar mengambil tindakan. Jika tidak, bisa mengakibatkan longsor akibat tumpukan sampah yang sudah overload atau kelebihan kapasitas.

Sekretaris Komisi C DPRD Kota Makassar, Fasruddin Rusli, mengatakan, kondisi ini tidak bisa terus didiamkan. Proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Kota Makassar mesti dipercepat.

“Tinggi sampah di TPA kita ini luar biasa dan sewaktu-waktu longsor, ini yang kita khawatirkan. Saya berkunjung ke TPA, itu tingginya sampai 40 meter. Makanya kita minta proyek PLTSa ini dipercepat,” katanya.

Fasruddin menilai pembangunan PLTSa dianggap paling efektif untuk menangani masalah persampahan di Kota Makassar. Efektivitas PLTSa dalam mengelola sampah bahkan sudah dilihat langsung saat dia melakukan kunjungan kerja di Kota Surabaya, Jawa Timur.

Di Kota Surabaya, kata Acil, sapaan akrab Fasruddin Rusli, sampah yang dibuang ke TPA mencapai 1.200 sampai 1.500 ton per hari. Namun, berkat adanya PLTSa, tidak terjadi penumpukan sampah, Pemkot Surabaya masih menghemat lahan kurang lebih 23 Hektare (Ha) dari total 35 Ha. Itu dikarenakan sampah yang dibuang ke TPA dibakar melalui PLTSa.

“Sekarang itu sisa lahannya tinggal 12 hektar yang dia pakai, sehingga ada lahan kosong yang dimiliki Pemkot Surabaya. Jadi, saya minta Pemkot Makassar tetap menggunakan TPA yang ada di Antang, dan disiapkan PLTSa,” ujarnya.

Jika Pemkot Makassar sudah menggunakan PLTSa, maka ketersediaan lahan yang selama ini menjadi masalah bisa diatasi. Tidak perlu lagi ada pembebasan.

“Kalau kita pakai PLTSa, banyak lahan-lahan kita di TPA yang akan kosong. Karena kan ini prosesnya pembangkaran,” ucapnya.

Anggota Komisi C DPRD Kota Makassar, Anwar Faruq, mengatakan, persoalan sampah di Kota Makassar sudah seharusnya menjadi perhatian serius. Pasalnya, tumpukan sampah di TPA Antang semakin tidak terbendung. TPA perlu direvitalisasi.

“Perlu pengelolaan yang lebih baik lagi sehingga kapasitas itu bisa dikelola maksimal. Kalau tempatnya memang sudah tidak menenuhi maka pemkot harus mengambil langkah untuk memperluas, atau mencari tempat sebagai alternatif lain,” paparnya. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top