search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

TNI dan Polri Perkuat Pelaksanaan PPKM Mikro

doelbeckz - Pluz.id Senin, 07 Juni 2021 23:00
BERI KETERANGAN. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto didampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyampaikan keterangan pers di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (7/6/2021). foto: bpmi setpres
BERI KETERANGAN. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto didampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyampaikan keterangan pers di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (7/6/2021). foto: bpmi setpres

PLUZ.ID, JAKARTA – Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, mengungkapkan, Polri bersama dengan TNI menurunkan tim gabungan untuk mendukung upaya pengetatan dan penguatan implementasi kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro (PPKM Mikro) di daerah.

Hal tersebut disampaikannya dalam keterangan pers usai mengikuti Rapat Terbatas Penanganan Pandemi Covid-19 yang dipimpin Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), di Jakarta, Senin (7/6/2021).

Khusus untuk wilayah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, ungkap Kapolri, terdapat 60 desa yang termasuk ke dalam zona merah.

“Kami TNI-Polri menurunkan tim untuk memberlakukan kegiatan pengetatan dan penguatan PPKM Mikro dengan menambah personel untuk membatasi kegiatan ataupun ruang gerak dari masyarakat yang ada di 60 desa dan melakukan pemeriksaan-pemeriksaan terhadap masyarakat yang keluar masuk,” ujarnya.

Kapolri menyampaikan, hasil evaluasi menunjukkan peningkatan kasus Covid-19 pascalibur Lebaran rata-rata terjadi karena adanya klaster kerumunan.

“Klaster itu muncul karena kegiatan silaturahmi, kemudian kegiatan-kegiatan kunjungan ke tempat wisata, ataupun kunjungan-kunjungan ke famili, sehingga dari situ kita melihat terjadi peningkatan,” ujarnya.

Listyo menambahkan, jumlah kasus tersebut juga semakin meningkat karena adanya kecenderungan berkurangnya kedisiplinan masyarakat dalam penggunaan masker.

“Sehingga apabila kita lihat, terjadi ledakan di wilayah Kudus dan Bangkalan. Sehingga tentunya kami TNI/Polri kemudian melakukan langkah-langkah dalam rangka memberikan pendampingan dan melakukan akselerasi untuk segera memulihkan kembali dan mengendalikan laju pertumbuhan angka Covid-19,” ujarmya.

Kapolri menyampaikan, sejalan dengan meningkatkannya jumlah kasus yang ada, TNI/Polri juga menerjunkan tambahan personel untuk memperkuat upaya pemeriksaan (testing) dan tracing (penelusuran).

“Yang kedapatan reaktif ini kemudian kita berikan treatment khusus dengan diarahkan untuk isolasi mandiri, sambil menunggu hasil PCR. Ini diawasi TNI/Polri, sehingga tidak terjadi pergerakan yang kemudian mengakibatkan kontak erat,” tegasnya.

Seperti disampaikan Kapolri, saat ini tengah diturunkan kurang lebih empat kompi gabungan TNI/Polri untuk mendukung penanganan kasus di Kudus.

“Untuk menjaga klaster Kudus dan kemudian mempersiapkan dan mendorong pemerintah daerah untuk menambah tempat-tempat isolasi mandiri rujukan yang ada di Donoyudan dan juga ada di Semarang. Sehingga klaster isolasi mandiri yang ada di rumah-rumah kita bisa geser, karena kurang lebih ada 1.200, dan itu saat ini sedang berjalan,” terangnya.

Sementara untuk penanganan di wilayah Bangkalan, Kapolri mengatakan saat ini sudah dilaksanakan pengetatan PPKM Mikro yang dilakukan di tiga kecamatan yang dibarengi dengan penguatan upaya testing, tracing, dan isolasi.

Mengakhiri keteranganya, Kapolri menegaskan, langkah seperti yang dilakukan di Kudus dan Bangkalan ini akan diterapkan untuk wilayah yang mengalami lonjakan kasus Covid-19.

“Langkah-langkah ini kemudian akan kita samakan di setiap wilayah. Yang dalam satu minggu ada kenaikan lebih dari 500 [kasus] akan kita berlakukan manajemen kontigensi terkait dengan penanganan khusus sehingga laju pertumbuhan Covid-19 di seluruh wilayah bisa kita kendalikan,” katanya.

Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto, menerangkan tim gabungan melakukan pendampingan kepada Kepala Dinas Kesehatan dari masing-masing kabupaten di dua wilayah tersebut untuk mengoptimalkan motor penggerak pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat PPKM Mikro.

“PPKM ini adalah satu kunci untuk kita bisa menekan angka kasus positif. Di PPKM kita bisa melaksanakan tracing terhadap kontak erat dan setelah itu kita bisa mengetahui apakah positif ataukah tidak. Termasuk di PPKM kita juga bisa meningkatkan angka kesembuhan masyarakat dan menekan angka kematian,” ujarnya.

Dalam hal pendampingan ini, anggota TNI dan Polri dikerahkan untuk membantu di wilayah pelaksanaan PPKM berskala mikro di dua wilayah yang tengah mengalami lonjakan kasus tersebut. Sejumlah pendampingan juga dikerahkan untuk pelaksanaan pemeriksaan PCR, di rumah-rumah sakit, dan penguatan penerapan protokol kesehatan di tengah masyarakat.

“Kita melakukan pendampingan dan penguatan dalam rangka terus menjaga protokol kesehatan dengan terus mengingatkan untuk tetap mengenakan masker. Walau saya sudah divaksin, saya tetap menggunakan masker, termasuk menjaga jarak dan mencuci tangan,” kata Panglima TNI.

Menurut Panglima TNI, penggunaan masker merupakan bentuk kedisiplinan yang paling ringan yang dapat dilakukan masyarakat. Tentunya hal itu harus disertai dengan kedisiplinan untuk menjaga jarak dan mencuci tangan untuk hasil terbaik. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top