search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Dihadiri Menkopolhukam, Plt Gubernur Sulsel Saksikan Simulasi Force Down Pesawat Asing

doelbeckz - Pluz.id Jumat, 11 Juni 2021 12:00
TINJAU SIMULASI. Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mendampingi Menkopolhukam Mahfud MD pada Latihan Simulasi Penanganan Pesawat Udara Asing Setelah Pemaksaan Mendarat (Force Down) di Gedung Cargo Angkasa Pura Logistik Bandara Lama Sultan Hasanuddin, Kamis (10/6/2021). foto: humas pemprov sulsel
TINJAU SIMULASI. Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mendampingi Menkopolhukam Mahfud MD pada Latihan Simulasi Penanganan Pesawat Udara Asing Setelah Pemaksaan Mendarat (Force Down) di Gedung Cargo Angkasa Pura Logistik Bandara Lama Sultan Hasanuddin, Kamis (10/6/2021). foto: humas pemprov sulsel

PLUZ.ID, MAROS – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, menghadiri Latihan Simulasi Penanganan Pesawat Udara Asing Setelah Pemaksaan Mendarat (Force Down) di Gedung Cargo Angkasa Pura Logistik Bandara Lama Sultan Hasanuddin, Kamis (10/6/2021).

Kegiatan ini dihadiri langsung Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD dan Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo. Hadir pula Pangkohanudnas, perwakilan dari Kementerian Hukum dan HAM RI, Pangkoopsau II, Deputi III Kemenkopolhukam, Dankodiklatau, Asintel Kasau, Asops Kasau, perwakilan Kementerian Perhubungan RI, Dankorpaskhas, perwakilan Kementerian Luar Negeri, dan Kadisopslatau.

Andi Sudirman yang turut hadir mendampingi Mahfud MD pun terlihat menyaksikan simulasi yang melibatkan pesawat TNI AU serta beberapa instansi terkait ini.

“Kegiatan ini sebagai bahan dalam rancangan undang-undang terkait keamanan nasional dari pelanggaran asing atas wilayah teritorial wilayah NKRI,” kata Andi Sudirman.

Menkopolhukam RI, Mahfud MD mengatakan, pentingnya simulasi penanganan pesawat asing setelah pemaksaan mendarat untuk mengindari tumpang-tindih atau saling menghindar tanggung jawab antarinstansi.

Menurutnya, persoalan penanganan pesawat asing yang melanggar wilayah udara kedaulatan nasional, tidak hanya ditangani TNI AU, namun perlu kolaborasi dan sinergi dengan instansi lain.

“Pengamanan udara sudah kita dilakukan namun rumit untuk sekarang, Tidak bisa ditangani hanya satu institusi yang namanya TNI AU, perlu ada kolaborasi dengan instansi lainnya. Maka perlu pelatihan (simulasi) agar kita bisa memastikan, jika ada pesawat asing melanggar teritorial, maka bisa dipaksa turun, tentu dengan prosedur yang tepat dan terukur,” jelasnya.

Mahfud menambahkan, koordinasi melalui simulasi ini penting untuk menjadi contoh setiap institusi tentang pentingnya sinergitas. Oleh karena itu, sebagai upaya melindungi negara, pertahanan dan kedaulatan, direncanakan terbentuknya Badan Pengelolaan Sumber Daya Udara Nasional. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top