search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

2021, Pemkot Makassar Lelang Investasi Bangun PLTSa di TPA Antang

doelbeckz - Pluz.id Rabu, 16 Juni 2021 11:00
NARASUMBER. Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, menjadi narasumber dan penanggap acara dalam diskusi teknologi pengolahan sampah berbasis lingkungan dan skema pembiayaan untuk proyek strategis nasional yang diadakan Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas Kemenko Bidang Perekonomian RI secara virtual, Selasa (15/6/2021). foto: humas pemkot makassar
NARASUMBER. Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, menjadi narasumber dan penanggap acara dalam diskusi teknologi pengolahan sampah berbasis lingkungan dan skema pembiayaan untuk proyek strategis nasional yang diadakan Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas Kemenko Bidang Perekonomian RI secara virtual, Selasa (15/6/2021). foto: humas pemkot makassar

Danny Pomanto Paparkan Kesiapan TPA Antang Terima Investor di Hadapan Kemenko Perekonomian

PLUZ.ID, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, menjadi narasumber dan penanggap acara dalam diskusi teknologi pengolahan sampah berbasis lingkungan dan skema pembiayaan untuk proyek strategis nasional.

Diskusi ini terkait pengelolah sampah menjadi energi listrik yang diadakan Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian RI secara virtual, Selasa (15/6/2021).

Dalam paparannya, Danny menyebutkan, kesiapan TPA Antang untuk menerima investasi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). Hal tersebut dapat dilihat dari isu yang paling krusial, yakni kapasitas yang sudah penuh hingga mencapai ketinggian 15 meter.

“Polusinya hingga ke pemukiman warga. Kita juga sudah punya 1.000 Bank Sampah yang bisa mereduksi sampah hingga 30 persen dari total produksi. Dari hasil analisis, kami membutuhkan penambangan TPA kami dijadikan bahan ajar untuk PLTSa ini,” ucapnya.

Danny memiliki mimpi agar pengelolaan sampah ditata dengan baik. Gas metan yang teratur dan sistem sanitasi yang smart.

Namun, Danny meminta jika ada investor, maka tiping fee yang paling rendah, karena ini menjadi pertanggungjawaban APBD. Selain itu, Danny juga tak akan menghapus 1.000 Bank Sampah.

“Meskipun ada teknologi nanti, Bank Sampah tak akan dihapus. Karena itu yang memperkuat pengelolaan sampah nantinya. Ini sebuah momen redesain master plan persampahan yang apik. Saya mau yang ditambang itu justru TPA sekarang. Itu yang diambil untuk dibakar. Bukan sampah baru. Karena sampah baru tidak cukup volumenya karena 66 persen sampah organik. Organik sendiri urusannya,” jelas Danny.

Danny menargetkan lelang investasi akan dilakukan akhir Desember 2021. Tahun 2022 sudah masuk tahap desain, tahun 2023 percobaan beroperasi, dan 2024 sudah full beroperasi.

“Tadi sepakat juga teman-teman dari ITB (Institut Teknologi Bandung), LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia), teknologi dari seluruh dunia ternyata kita tepat sekali mengantisipasinya. Jadi kita sebenarnya sudah matang. Tinggal timnya saja saya bentuk. Setelah resetting baru kita persiapkan tender,” papar Danny.

Danny pun mendapatkan dukungan dari Kemenko Maritim dan Investasi. Dari Kemenko Perekonomian, dari yang diterangkan LIPI dan ITB. Artinya, tender investasi, bukan tender teknologi, bukan tender kontraktor, tapi tender investasi di dalamnya ada IPC.

“Dia yang desain, dia yang cari uang, dia terima beres. Dan kami tidak mengambil skema KPBU (Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha). Tapi kami investasi murni. Karena KPBU itu ribet. Kalau KPBU dia diwajibkan kita buat BUMD. Kalau hukum BUMD, maka kita harus namanya saham pengendali. Saham pengendali harus 70 persen. Kalau investasinya Rp3 triliun, maka kita harus siapkan Rp2 triliun. Di mana uangnya pemerintah kota menyiapkan Rp2 triliun. Tidak masuk akal. Maka kami pakai investasi murni tanpa aset pemerintah kita cuma suplai sampah saja dan sistem kerja kita yang khas yang tidak dimiliki daerah lain,” bebernya.

Danny pun membuka pintu investasi sebesar-besarnya dengan besar harapan agar pengelolaan sampah di Kota Makassar bisa tertata dengan baik. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top