search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Bunda Syfa Prihatin dan Kecam Pembunuhan Ibu dan Anak di Pinrang

doelbeckz - Pluz.id Senin, 28 Juni 2021 12:00
Hj Asyfa M br Ginting Manik. foto: istimewa
Hj Asyfa M br Ginting Manik. foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Pemerhati wong cilik, Hj Asyfa M br Ginting Manik, turut prihatin dan berduka cita yang sedalam-dalamnya atas atas kematian Sri Irmawati (32) dan anaknya berumur 10 tahun yang ditemukan tewas di tempat kosnya di Jl Kijang, Kelurahan Maccorawalie, Wattang Sawitto, Pinrang, Sulsel.

Jenazah mereka ditemukan Minggu (17/6/2021), sekitar pukul 12.30 WITA. Mereka diduga dibunuh AS (19), yang bekerja sebagai tukang galon.

“Atas kejadian ini, saya pribadi dan keluarga besar Bravo 5 menyatakan duka mendalam. Al Fatihah buat korban, ibu dan anaknya. Semoga mereka berdua mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran, Amin YRA,” ujarnya, Senin (28/6/2021).

Hj Asyfa M br Ginting Manik (kanan) bersama Jenderal (purn) Luhut Binsar Pandjaitan. foto: istimewa

Bunda Syfa, sapaan akrab Asyfa M br Ginting Manik, juga mengutuk keras perbuatan keji pelaku.

“Perbuatan ini sangat biadab dan tidak manusiawi. Oleh karena itu, pelaku harus dihukum seberat-beratnya,” tegas tokoh perempuan ini.

Bunda Syfa yang aktif di Divisi Perempuan Bravo 5 yang diketuai tokoh perempuan nasional DR Nurmala Kartini Sjahrir br Pandjaitan, adek kandung Jenderal (purn) Luhut Binsar Pandjaitan ini, mengakui, sebagai bentuk keprihatinan atas kejadian ini, Ia akan melayat sekaligus pulang kampung ke Pinrang.

Hj Asyfa M br Ginting Manik (kiri) bersama DR Nurmala Kartini Sjahrir br Pandjaitan. foto: istimewa

“Insya Allah, dalam waktu dekat ini, saya akan mengunjungi keluarga korban, melayat sekaligus pulang kampung. Saya akan melayat mewakili Perempuan Bravo 5 memberikan dukungan moril, tentu keluarga korban sangat terpukul dengan kejadian ini. Termasuk akan ke Polres Pinrang juga silaturahmi dengan Bapak Kapolres Pinrang terkait kasus ini,” ujar perempuan berdarah Pinrang serta Sulbar ini.

Bravo 5 sendiri merupakan tim pendukung Joko Widodo-Ma’ruf Amin pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 lalu, yang kini jadi Ormas yang diketuai Jenderal TNI (purn) Fachrul Razi dengan Ketua Pembina Jenderal (purn) Luhut Binsar Pandjaitan.

Kasus ini, bermula ketika Sri Irmawati (32) dan anaknya berumur 10 tahun ditemukan tewas di tempat kosnya di Jalan Kijang, Kelurahan Maccorawalie, Wattang Sawitto, Pinrang, Sulsel. Mereka diduga dibunuh AS (19), yang bekerja sebagai tukang galon.

Jenazah mereka ditemukan pada Minggu (17/6/2021), sekitar pukul 12.30 WITA. Polisi pun memasang garis polisi di Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk olah TKP.

Di lokasi kejadian, ditemukan tiga pisau dapur dan satu gunting yang digunakan pelaku untuk membunuh korban. Korban pun mendapat beberapa luka tajam dari pelaku.

“Korban Sri Irmawati mengalami luka tusukan pada bagian pinggang Kanan dan punggung belakang serta luka bekas cakaran di leher, sementara korban Adri mengalami luka tusukan pada bagian leher sebelah kanan,” kata Iptu Deki Marizaldi, Kasat Reskrim Polres Pinrang Minggu (27/6/2021).

Pelaku langsung diamankan tak lama setelah korban ditemukan. Motif pembunuhan terhadap ibu dan anak itu disebut, karena pelaku berniat untuk memperkosa SI.

“Terduga pelaku sebagai pengantar galon masuk ke kamar kos milik korban untuk mengantar air galon dan melihat korban yang sementara memakai berpakaian seksi, pelaku bernafsu dan ingin memperkosa korban dengan cara langsung memegang tangan korban dan langsung mendorong badan korban, sehingga terjatuh di tempat tidur,” ujarnya.

Karena korban melakukan perlawanan, kata Deki, pelaku mengambil pisau dapur yang ada di samping tempat tidur dan menikam korban sebanyak dua kali.

“Dalam keadaan sudah ditikam, pelaku ingin melanjutkan perbuatannya yang ingin memperkosa korban, namun anak korban keluar dari WC, sehingga korban berbalik dan memukul perut anak korban Adri kemudian kembali mengambil pisau yang lain dan menikam korban Adri sebanyak dua kali. Setelah melakukan aksinya tersebut pelaku mengunci kamar korban dan membuang kunci kamar korban di sungai,” ungkapnya. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top