search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Danny-Fatma Tinjau Fasilitas Kapal Pelni untuk Isolasi Apung

doelbeckz - Pluz.id Rabu, 14 Juli 2021 19:00
PENINJAUAN. Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto bersama Wakil Wali Kota Makassar Fatmawati Rusdi (Danny-Fatma) meninjau kesiapan kapal penumpang Pelni yang akan digunakan sebagai tempat isolasi apung bagi pasien Covid-19, Rabu (14/7/2021). foto: istimewa
PENINJAUAN. Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto bersama Wakil Wali Kota Makassar Fatmawati Rusdi (Danny-Fatma) meninjau kesiapan kapal penumpang Pelni yang akan digunakan sebagai tempat isolasi apung bagi pasien Covid-19, Rabu (14/7/2021). foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto bersama Wakil Wali Kota Makassar Fatmawati Rusdi (Danny-Fatma) kembali meninjau kesiapan kapal penumpang Pelni yang akan digunakan sebagai tempat isolasi apung bagi pasien Covid-19.

Di atas kapal laut milik PT Pelni, Danny Pomanto berkeliling mengecek kondisi kapal. Satu per satu fasilitas kapal dilihatnya, seperti toilet, kamar kamar penumpang, restoran, serta musala-nya.

“Kapal ini kondisinya tidak banyak berubah seperti 34 tahun yang lalu, toilet-toilet memadai, restorannya bagus, dan musiknya akan ditambah naik untuk menemani olahraga mereka, musala juga masih sangat bagus, kita hanya melakukan pembenahan dengan menambah sistem sirkulasi udara, kemudian ditambah hepa filter untuk menangkal virus Covid-19,” ucap Danny di Kantor Pelindo Makassar, Rabu (14/7/2021).

Bahkan, menurut Danny, untuk memberikan rasa betah selama masa isolasi, pihaknya juga akan menyediakan fasilitas WiFi, hiburan televisi, dan edukasi di atas kapal.

“Kita juga menambahkan sistem spot untuk keliling, tidak seperti di hotel yang dibatasi ruang geraknya,” ujar Danny.

Wali kota menambahkan, kapasitas kapal ini, adalah 804 kamar isolasi, ditambah dengan kamar tenaga kesehatan yang jumlahnya kurang lebih 60 tenaga medis.

“Fasilitas kesehatannya juga kami akan adakan ICU darurat dan kami juga akan siapkan kapal-kapal yang berkecepatan tinggi untuk mengantisipasi keadaan emergency. Sebentar lagi kita akan susun bersama dengan tim Pelindo,” ungkapnya.

Mengenai pasien yang bisa dirawat di isolasi apung ini, kata Danny, adalah mereka yang memiliki gejala ringan dan Orang Tanpa Gejala (OTG).

“Kalau penderita sedang dan berat tidak bisa kita rawat di sini, saya menargetkan dalam satu pekan kita akan mulai benahi SOP (Standar Operasional Prosedur), yang jadi hardware-nya adalah fisiknya, yaitu bagaimana memberikan rasa nyaman selama isolasi mengisi waktunya istirahat itu dengan yang berguna,” terang Danny. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top