search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Danny Pomanto Bersama Ormas Islam Bahas Pelaksanaan Salat Iduladha

doelbeckz - Pluz.id Minggu, 18 Juli 2021 12:00
RAPAT. Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, bersama ormas Islam rapat membahas pelaksanaan Salat Iduladha, merujuk Surat Edaran Menteri Agama RI, Jumat (17/7/2021). foto: istimewa
RAPAT. Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, bersama ormas Islam rapat membahas pelaksanaan Salat Iduladha, merujuk Surat Edaran Menteri Agama RI, Jumat (17/7/2021). foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, menegaskan, dalam rangka Perayaan Iduladha 1442 H yang jatuh pada 20 Juli 2021, pelaksanaan Salat Iduladha, baik di masjid maupun di lapangan sesuai Edaran Menteri Agama Nomor 15 Tahun 2021 diputuskan ditiadakan.

Penegasan ini diutarakan Danny Pomanto di hadapan ormas Islam yang hadir dalam rapat membahas pelaksanaan Salat Iduladha, merujuk Surat Edaran Menteri Agama RI tersebut, Jumat (17/7/2021).

“Tadi kami bersama Forkopimda membahas saat ini Varian Delta sudah ditemukan di Makassar, sudah ada 12 orang terindikasi terkena varian ini, dalam lima menit bisa langsung menyebar dengan cepat,” katanya.

Untuk mengantisipasi adanya ledakan penyebaran lebih besar, wali kota meminta untuk mengikuti surat edaran yang dikeluarkan Menteri Agama RI Nomor 16 tahun 2021, bahwa daerah kabupaten/kota yang masuk zona oranye dan merah walaupun tidak termasuk dalam daerah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat diputuskan Salat Iduladha ditiadakan.

“Saat ini kita sudah masuk zona merah, untuk itu, kita mengikuti Surat Edaran Nomor 16 Kemenag, saya pertimbangan jangan sampai ada ledakan kita yang disalahkan, makanya saya tidak mau tanda tangani surat edaran kalau tidak ada pertimbangan dan kesepakatan dari ormas Islam,” jelasnya.

Kepala Kanwil Kemenag Kota Makassar, Arsyad AT, mengatakan, pada prinsipnya pihaknya bersama ormas lainnya saling mendukung bahwa dalam PPKM zonasinya masuk dalam zona oranye dan merah menentukan salat ditiadakan.

“Dengan demikian apapun yang menjadi pembahasan terkait Surat Edaran Nomor 16 dari Menag menjadi yang terbaik demi kemaslahatan kita bersama,” ujarnya

Sama seperti yang diutarakan Kanwil Kemenag Kota Makassar, Ketua IMMIM Ahmad M Sewang pada dasarnya mengikuti apa yang menjadi keputusan pemerintah demi kemaslahatan seluruh ummat.

“IMMIM selalu mengikuti pemerintah, Insya Allah kita menindaklanjuti, jika surat edaran keluar, harus tegas, namun ada dasarnya dan mensosialisasikan ini dengan dasar dasar agama,” terangnya.

Pertemuan ini dihadiri ormas Islam se-Kota Makassar, diantaranya Ketua MUI, IMMIM, Kanwil Kemenag Makassar, PCNU, Baznas, DMI, Tarbiyah, Wahdah Islamiyah, Wahdah Makassar, Wahdah pusat serta penyuluh agama. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top