search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Inkindo Meminta Kapolda Usut Tuntas Pengeroyokan Pengusaha di Kantor Bupati Sidrap

doelbeckz - Pluz.id Kamis, 22 Juli 2021 23:00
MELAPOR. Rizal Hamid saat melaporkan dugaan penganiayaan yang dialami di SPKT Polda Sulsel, Rabu (21/7/2021) malam. foto: istimewa
MELAPOR. Rizal Hamid saat melaporkan dugaan penganiayaan yang dialami di SPKT Polda Sulsel, Rabu (21/7/2021) malam. foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Dewan Pengurus Provinsi (DPP) Ikatan Nasional Konsultasi Indonesia (Inkindo) Sulsel angkat bicara terkait adanya seorang pengusaha yang bergerak di bidang jasa konsultan, Rizal Hamid, menjadi korban dugaan penganiayaan dan pengeroyokan yang dialami di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).

Penganiayaan yang dialami Rizal Hamid terjadi di Kompleks Kantor Bupati Sidrap, Rabu (21/7/2021), saat datang hendak menghadiri undangan klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya terhadap seleksi paket Jasa Konsultan Pengawas Kegiatan Kontraktual Penunjang SMP.

Ketua DPP Inkindo Sulsel, Satriya Madjid, Kamis (22/7/2021), menyesalkan kekerasan yang dialami anggota Inkindo Sulsel tersebut.

“Kami sangat sayangkan kejadian pemukulan dan pengeroyokan yang dialami anggota kami. Apalagi, kaitannya dengan proses lelang dan terjadi di lingkungan Kantor Bupati Sidrap. Kami serahkan sepenuhnya masalah ini proses hukum dalam hal ini Polda Sulsel ” terangnya.

“Ini merupakan kejadian kekerasan pertama yang dialami konsultan di Sulsel,” tambah Satriya Madjid didampingi Sekretaris Inkindo Sulsel Ashshiddiq.

Satriya Madjid mengatakan, atas nama organisasi mememinta atensi Kapolda Sulsel mengusut tuntas kasus pengeroyokan ini.

“Kami meminta atensi Bapak Kapolda mengusut tuntas kasus pengeroyokan salah satu anggota Inkindo Sulsel di Kantor Bupati Sidrap. Saya sangat menyayangkan ada tindakan premanisme di Kantor Bupati Sidrap yang mengintrogasi, mengintiminasi, dan berujung ke pengeroyokan kepada rekanan yang akan ke ruangan ke di Ruang Rapat Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidrap yang terletak di lantai III Kantor Bupati Sidrap,” jelasnya.

Satriya Madjid mengatakan, langkah Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidrap yang terletak di lantai III Kantor Bupati Sidrap.

“Alhamdulillah, pokja (Kelompok Kerja), sudah bekerja sesuai aturan dengan mengundang klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya kepada calon pemenang, namun terjadi penghadangan dan berujung pengeroyokan,” ujarnya.

Sebelumnya, diberitakan seorang pengusaha yang bergerak di bidang jasa konsultan, Rizal Hamid, melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sulsel dugaan penganiayaan dan pengeroyokan yang dialami di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).

Naas, kejadian penganiayaan yang dialami Rizal Hamid terjadi di Kompleks Kantor Bupati Sidrap, Rabu (21/7/2021) siang.

Laporan kejadian ini, berdasarkan laporan polisi nomor: LP/B/204/VII/2021/SPKT/POLDA SULSEL pada Rabu (21/7/2021) malam, yang ditandatangani Kepala Siaga SPKT III Bripka Jauhary PR. Yaitu, perkara tindak pidana kekerasan terhadap orang yang dilakukan secara bersama-sama.

Rizal Hamid menceritakan, penganiayaan ini, dialami saat datang hendak menghadiri undangan klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya terhadap seleksi paket Jasa Konsultan Pengawas Kegiatan Kontraktual Penunjang SMP di Ruang Rapat Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidrap yang terletak di lantai III Kantor Bupati Sidrap.

“Saat hendak naik ke lantai III itulah saya langsung dicegat, diminta tidak usah menghadiri undangan ini (undangan klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya terhadap seleksi paket). Namun, karena saya harus menghadiri undangan itu, saya tetap tetap hendak naik ke lantai III, tiba-tiba ada dua orang yang memegang tangan saya, ada juga beberapa orang yang langsung memukul dan menendang saya. Kira-kira kurang lebih sepuluh orang yang melakukan penganiayaan dan pemukulan ini,” ujar Rizal Hamid sambil memperlihatkan benjolan di kepalanya akibat pukulan yang dialami.

Rizal Hamid mengaku, tetap ingin menghadiri undangan itu, walau dicegat di tangga naik demi menjaga nama baik perusahaannya.

“Kalau saya tidak hadiri undangan ini, maka perusahaan kami akan di-black list, ini bisa merusak nama baik perusahaan kami,” jelasnya.

Upayanya ingin menghadiri undangan itu pun dilakukan dengan meminta pengawalan pengamanan dengan melapor ke Pos Pengamanan Kantor Bupati Sidrap.

“Namun, petugas Satpol PP yang ada di pos pengamanan mengaku bukan kewenangannya. Setelah, itu ada yang mendatangi saya memaksa saya pulang saja,” bebernya.

“Setelah saya pulang pun, masih ada yang mengejar saya dan berteriak tidak perlu kamu cari makan di sini, silahkan di tempat lain sambil memukul-mukul mobil saya. Akhirnya, saya tidak sempat menghadiri undangan klarifikasi negosiasi,” tambahnya. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top