search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

PHRI dan IHGMA Sulsel Dukung Penerapan PPKM Demi Kepentingan Bersama

doelbeckz - Pluz.id Kamis, 22 Juli 2021 14:00
KONFERENSI PERS. Ketua PHRI Provinsi Sulsel, Anggiat Sinaga (tengah), saat menggelar konferensi pers bersama IHGMA Chapter Sulsel di Hotel Melia Makassar, Kamis (22/7/2021). foto: istimewa
KONFERENSI PERS. Ketua PHRI Provinsi Sulsel, Anggiat Sinaga (tengah), saat menggelar konferensi pers bersama IHGMA Chapter Sulsel di Hotel Melia Makassar, Kamis (22/7/2021). foto: istimewa

PLUZ, MAKASSAR – Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Sulsel, Anggiat Sinaga, meluruskan terkait adanya kabar larangan pernikahan di hotel.

Hal tersebut disampaikan Anggiat Sinaga saat menggelar konferensi pers bersama Indonesia Hotel General Manager Association (IHGMA) Chapter Sulsel di Hotel Melia Makassar, Kamis (22/7/2021).

Konferensi pers ini, dihadiri Ketua PHRI Sulsel Anggiat Sinaga, Ketua IHGMA Sulsel Andi Junaidi, General Manager Aston Makassar Joko Budi, dan General Manager Pesonna Makassar Ali.

Hadir pula Sekretaris PHRI Sulsel Nasrullah Karim, Ketua PHRI Makassar Kwandi Salim, General Manager Santika Makassar Yuli Priyono, dan General Manager Melia Makassar Erick Indra Gunadi.

Sebagaimana diketahui, kabar larangan menggelar penikahan di hotel berawal dari adanya Surat Edaran (SE) Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto terkait Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro.

“Tidak ada larangan pelaksanaan wedding atau pernikahan. Surat Edaran Wali Kota itu adalah membuat suatu rujukan bahwa kapasitas ruangan yang bisa dipakai termasuk pernikahan adalah 25 persen,” kata Anggiat Sinaga.

Menurutnya, mekanismenya, sebanyak 25 persen tamu pernikahan masuk dalam ruang acara.

Pihak hotel pun wajib menyiapkan ruang tunggu atau ruang transit bagi tamu pernikahan.

“Ketika mereka keluar, misalnya sudah keluar 5 persen masuk lagi 5 persen, sudah keluar 20 persen masuk lagi 20 persen, begitu alurnya,” papar Anggiat Sinaga.

Untuk makanan, kata Anggiat Sinaga, tak akan lagi menggunakan prasmanan, melainkan makanan boks.

Pihaknya pun mengaku, akan tetap konsisten menerapkan protokol kesehatan yang ketat juga menjalankan Surat Edaran Wali Kota Makassar.

“Kami mendukung Surat Edaran Wali Kota Makassar, agar bisa meredam Covid-19 di Makassar dan Sulsel,” kata Anggiat Sinaga.

Sementara, Ketua IHGMA Chapter Sulsel, Andi Junaidi, menambahkan, terkait pernikahan di hotel diatur dalam Surat Edaran Wali Kota Makassar pada poin kesembilan.

“Ada di poin kesembilan bahwa hajatan memang diperbolehkan dengan kapasitas 25 persen dan tidak ada makanan dan minuman di tempat tersebut,” jelasnya. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top