search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Narasumber LK III HMI, Danny Pomanto Tekankan Adaptasi Terhadap Covid-19

doelbeckz - Pluz.id Selasa, 10 Agustus 2021 11:00
Moh Ramdhan Pomanto. foto: istimewa
Moh Ramdhan Pomanto. foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Latihan Kader (LK) III (Advance Training) yang digelar Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sulawesi Selatan dan Barat di Hotel Lamacca, Makassar, Senin (9/8/2021).

Di hadapan peserta kegiatan, Danny Pomanto menyampaikan perkembangan situasi penyebaran Covid-19 yang telah berdiaspora dalam varian baru, seperti Delta dan Delta Plus.

“Virus corona ini menyebar cepat dengan varian baru, dari Delta kemudian Delta Plus. Kita mesti belajar dari virus ini yang mampu beradaptasi dengan berbagai varian. Tugas kita adalah merubah gaya hidup dengan dua pendekatan, yakni Adaptif Leadership dan Strong Leadership,” ungkapnya.

Danny mengatakan, melalui dua pendekatan itu diharapkan masyarakat mampu beradaptasi dengan merubah gaya hidup. Kemampuan beradaptasi menjadi bagian penting ditengah pandemi Covid-19, termasuk dengan beradaptasi dengan kebijakan New Normal dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

“Salah satunya adalah adaptasi terhadap New Normal dan juga PPKM. Ini sangat penting dalam upaya kita bersama melawan virus Covid-19”, jelasnya.

Selanjutnya, Danny menjelaskan, Strong Leadership adalah pendekatan kedua yang menjadi kata kunci hidup di era saat ini agar dapat melakukan mitigasi atau pencegahan penyebaran Covid-19.

“Strong Leadership dianggap sebagai kepemimpinan alternatif yang harus dijalankan agar dapat melakukan mitigasi atau pencegahan penyebaran Covid-19,” terangnya.

Danny mengungkapkan, corona merupakan virus yang hingga kini masih menjadi momok bagi seluruh masyarakat dunia termasuk di Indonesia.

“Kita tidak inginkan situasi di India beberapa waktu lalu terjadi di Indonesia. Oleh karena itu, tentunya aturan yang dibuat pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran virus ini dilakukan dalam rangka melindungi masyarakat dari penyebaran Covid-19 mulai dari PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) hingga PPKM yang kita rasakan sekarang,” harapnya.

Wali Kota Makassar ini, pun menyebutkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar senantiasa berusaha untuk memutus rantai penularan virus Covid-19 dengan berbagai program yang dicanangkannya.

“Kita memiliki program Makassar Recover dalam rangka memutuskan mata rantai Covid-19 ini. Makassar Recover ini, menyangkut soal pemulihan kesehatan dan juga tentunya pemulihan ekonomi khususnya di kota Makassar,” sebutnya.

Setelah Danny berdialog dengan peserta kegiatan, Steering Comitte Asmin Syarif, yang menjadi moderator Wali Kota Makassar ini, menutup dialog dengan menyampaikan harapannya kepada peserta advance training agar mengambil bagian dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Frekuensinya sudah harus sama, energinya harus sama. Diskusinya sudah bukan lagi virus ini ada atau tidak ada, tetapi bagaimana kita melakukan edukasi ke publik, ke masyarakat agar menjalankan protokol Covid-19, satu-satunya jalan melawan virus ini adalah dengan menjaga imun tubuh. Mari bergerak bersama untuk memutus mata rantainya,” tegas Asmin, sapaan akrabnya.

Diketahui kegiatan yang bertajuk nasional ini, berlangsung selama 14 hari dan diikuti 24 orang peserta dari berbagai daerah. Mulai dari Makassar, Gowa, Maros, Samarinda, Bandar Lampung, Ternate, Mandailing Natal, Bangkalan, hingga Medan. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top