search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Jaga Keamanan Data Pribadi, Langkah Awal Hindari Kejahatan dan Penipuan di Dunia Digital

doelbeckz - Pluz.id Jumat, 13 Agustus 2021 21:30
Sumber: literasi digital sulawesi
Sumber: literasi digital sulawesi

Literasi Digital Sulawesi 2021

PLUZ.ID, JENEPONTO – Sebanyak 1.020 peserta mengikuti Rangkaian Program Literasi Digital ‘Indonesia Makin Cakap Digital’ di Sulawesi yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, yang dilaksanakan secara virtual di Jeneponto, Sulsel, Jumat (13/8/2021).

Kolaborasi ketiga lembaga tersebut dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema saat ini adalah ‘Tips & Trik Menghindari Kejahatan di Ruang Digital’.

Empat orang narasumber yang tampil kali ini adalah Wiwiek Dwi Endah selaku penulis, Mursyid Kambayang selaku pegiat literasi digital, Brando G Sumampouw selaku OVO City Manager, serta Dewi Rieka selaku. Sedangkan moderator yaitu Azizah selaku jurnalis.

Rangkaian Program Literasi Digital ‘Indonesia Makin Cakap Digital’ di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa.

“Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri. Jadi, saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti dengan kesiapan-kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif,” kata Presiden.

Materi kecakapan digital dibawakan Brando G Sumampouw yang menyampaikan tema ‘Tips Memilih Dompet Digital yang Aman dan Terpercaya’.

Brando mengatakan, agar tetap aman, pilih dompet digital yang bisa menjamin kerahasiaan data pribadi, terdaftar di OJK atau BI, memiliki alamat kantor perwakilan, serta nomor dan surel pengaduan.

“Pilih dompet digital yang memiliki merchant daring dan luring, mudah dalam top up saldo, serta biometric login,” pesannya.

Selanjutnya, Dewi Rieka menyampaikan materi berjudul ‘Memahami Aturan Bertransaksi di Dunia Digital’.

Dewi mengatakan, agar aman berbelanja daring, periksa rekam jejak toko, baca keterangan produk, buat perbandingan, jangan mudah tergiur penawaran, bertransaksi di lokapasar, periksa nomor rekening penjual, serta buat video unboxing saat menerima paket.

“Waspadai pencurian data pribadi melalui malware, virus jahat, hingga praktek phising,” ujarnya.

Pemateri ketiga, Wiwiek Dwi Endah, menyampaikan tentang budaya digital bertema ‘Etika Pelayanan dalam Berbisnis Digital’.

Menurutnya, bersikap ramah kepada calon pembeli, membalas semua pertanyaan, jujur dalam menuliskan deskripsi produk, serta mengemas produk dengan rapi, merupakan sikap yang perlu diterapkan dalam bisnis daring.

“Bisnis yang berhasil tidak hanya yang menuai keuntungan material saja, melainkan turut memelihara hubungan manusia di dalamnya,” kata Wiwiek.

Mursyid Kambayang, sebagai narasumber terakhir, menyampaikan materi berjudul ‘Tips dan Trik Menghindari Penipuan Digital’.

Mursyid mengatakan, modus penipuan digital, antara lain jebakan harga barang yang sangat murah, ajakan bertransaksi di luar e-commerce, informasi kode One Time Password (OTP), penawaran pinjaman daring, mendesak seseorang untuk cepat-cepat bertransaksi, serta undian berhadiah.

“Apapun metodenya, dasar penipuan selalu sama, yaitu melibatkan peniruan. Tetap waspada. Siapa saja bisa menjadi target incaran penipu,” tegasnya.

Setelah pemaparan materi semua narasumber, moderator melanjutkan kegiatan dengan sesi tanya jawab yang disambut hangat para peserta.

Panitia memberikan uang elektronik masing-masing senilai Rp100.000 bagi sepuluh penanya terpilih. Webinar literasi digital ini, mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta.

Salah satu peserta, Aulia Nurrahman, bertanya tentang cara melapor penipuan belanja daring lewat media sosial.

Brando G Sumampouw menanggapi, banyak cara yang bisa dilakukan, misalnya di Instagram ada tagar blacklist, laporkan di cekrekening.id, atau kumpulkan bukti dan adukan ke kantor polisi, sehingga rekening penipu bisa dibekukan.

Program Literasi Digital ‘Indonesia Makin Cakap Digital’ di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya.

Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top