search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Danny Pomanto Paparkan Strategi Isolasi Apung Terpadu Secara Nasional

doelbeckz - Pluz.id Jumat, 20 Agustus 2021 12:00
Moh Ramdhan Pomanto. foto: istimewa
Moh Ramdhan Pomanto. foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Isolasi Apung Terpadu yang diinisiasi Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, telah menjadi trending topik nasional bahkan dunia, karena dinilai sukses menekan angka Covid-19 di Makassar, sehingga banyak daerah lainnya ingin menerapkan hal serupa di wilayahnya.

“Melihat kesuksesan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menggunakan kapal Pelni sebagai tempat isolasi apung, banyak sekali kabupaten/kota ingin menjadikan Isolasi Apung Terpadu sebagai wadah mengurangi angka Covid-19,” ucap R Agus H Purnomo, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Dirjen Hubla) Kementerian Perhubungan RI, saat membuka kegiatan media relation secara Virtual, Kamis (19/8/2021).

Dalam kesempatan ini, Danny Pomanto diberi kesempatan untuk membeberkan langkah langkah strateginya dalam menjalankan program Isolasi apung Terpadu secara virtual.

“Saat itu kami menghitung ada 2.000 orang yang OTG (Orang Tanpa Gejala) isoman (isolasi mandiri) di rumah sendiri, tetapi ada beberapa rumah yang tidak layak untuk dijadikan sebagai tempat isolasi mandiri, maka dari itu saya berpikir bagaimana cara untuk mendapatkan daya tampung bagi 1.000 orang. Dari situlah saya terpikirkan untuk di laut dan setelah itu saya langsung diskusi dengan tim untuk melaksanakan isolasi apung, dengan pemandangan yang begitu indah di Pantai Losari Makassar, karena laut sangat baik untuk proses penyembuhan dengan 200 meter dari daratan Kota Makassar,” bebernya.

Danny menjelaskan, ada tiga tujuan yang ingin dicapai Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar dalam program Isolasi Apung Terpadu ini.

“Ada tiga tujuan yang ingin kita capai melalui program Isolasi Apung Terpadu, yaitu Recover, Training, dan Recreation. Kami punya tim Detektor berjumlah 15.000 orang yang bekerja secara door to door turun ke rumah warga mulai dari tingkat RT melakukan tracing, dan semua aktivitas tracing tim Detektor dikontrol melalui War Room yang terletak di lantai 10 Menara Kantor Balai Kota,” terangnya.

Danny menjelaskan, saat ini pandemi Covid-19 di Makassar terus alami penurunan biasanya 700-an per hari, sekarang sisa di bawah 200 per hari.

“Fakta membuktikan setelah KM Umsini beroperasi dan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Level 4 diberlakukan kasus Covid-19 juga terus mengalami penurunan,” jelasnya.

Danny juga memberikan apresiasi kepada pihak-pihak yang telah memberi dukungan dan bantuan terhadap program Isolasi Apung Terpadu.

Berkat adanya isolasi apung ini, banyak bantuan dari warga Kota Makassar, seperti bantuan tabung oksigen, Alat Pelindung Diri (APD), dan masih banyak kebutuhan lainnya. Hal ini adalah bentuk simbol kolektif masyarakat Kota Makassar dalam penanganan dan perlawanan Covid-19. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top