search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Usman Marham Gunakan Rumus 2:4, Target Konsolidasi Tuntas Akhir Desember 2021

doelbeckz - Pluz.id Senin, 23 Agustus 2021 11:00
Usman Marham. foto: istimewa
Usman Marham. foto: istimewa

PLUZ.ID, PINRANG – Konsolidasi organisasi Partai Golkar Kabupaten Pinrang terus berjalan simultan.

Terbentuknya pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Pinrang hingga orientasi pengurus bukanlah ukuran keberhasilan. Juga bukan target apalagi tujuan.

Partai Golkar akan melakukan konsolidasi hingga tingkat basis.

“Pada rapat pleno I, saya sudah sampaikan kepada pengurus bahwa untuk merampungkan konsolidasi hingga tingkat basis, saya menggunakan rumus 2:4,” ungkap Usman Marham, Ketua DPD Partai Golkar Pinrang, Senin (23/8/2021).

Apa yang dimaksud dengan rumus 2:4 tersebut? Usman menjelaskan, setelah terbentuknya pengurus di tingkat kabupaten, sudah diorientasi, maka langkah selanjutnya adalah konsolidasi pengurus kecamatan dan desa.

“Inilah yang saya maksud dengan rumus 2:4,” sebutnya.

Angka dua, lanjut Usman dimaksudkan sebagai tenggat waktu penyelesaian pembentukan pengurus kecamatan. Artinya, dalam waktu dua bulan, pengurus di 12 kecamatan sudah harus terbentuk. Pada saat bersamaan, orientasi pengurus juga sudah berjalan beriringan. Bahkan, bisa bersamaan di tempat berbeda.

Selanjutnya angka empat adalah konsolidasi tingkat desa/kelurahan. Artinya, ada empat bulan tenggat waktu yang disiapkan untuk membentuk pengurus di tingkat desa dan kelurahan. Waktu empat bulan juga sudah dimanfaatkan untuk melakukan orientasi pengurus.

“Dengan demikian pembentukan pengurus kecamatan hingga desa dan kelurahan tuntas hingga akhir Desember 2021. Rumus ini juga membuat lebih mudah melakukan evaluasi terhadap target-target konsolidasi di lapangan,” bebernya.

Demikian halnya dengan juklak tata kerja dan haluan kerja. Selain untuk memberikan pedoman soal tugas masing-masing, dengan dua juknis tersebut, menurut Usman, ia akan lebih mudah melakukan evaluasi.

“Jadi kalau terpaksa harus ada pengurus yang dievaluasi, itu karena memang ada aturan main yang jelas dan ada ukuran yang jelas. Bukan atas subjektivitas atau like and dislike,” bebernya.

Apalagi, lanjutnya, Partai Golkar ini adalah organisasi partai politik. Ada fatsun yang harus dijaga. Ada peraturan organisasi. Kepemimpinannya bersifat kolektif, bukan atas kemauan pribadi atau orang per orang. Memimpinnya juga bukan seperti memimpin perusahaan atau memimpin pemerintahan. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top