search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Bunda Syfa Apresiasi Polda Sulsel Gagalkan Peredaran 40 Kg Sabu dan 4.000 Butir Ekstasi

doelbeckz - Pluz.id Minggu, 29 Agustus 2021 17:00
Hj Asyfa M br Ginting Manik. foto: istimewa
Hj Asyfa M br Ginting Manik. foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Koordinator Bravo 5 Wilayah Sulawesi, Hj Asyfa M Br Ginting Manik (SYF), mengapresiasi kinerja Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel di bawah nakhoda Kepolisian Daerah (Kapolda) Irjen Pol Merdisyam yang berhasil melakukan tangkapan besar sekaligus menggagalkan peredaran narkotika dalam jumlah banyak.

Yaitu, sebanyak 40 Kilogram (Kg) narkotika jenis sabu-sabu dan 4.000 butir ekstasi berhasil diamankan Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sulsel, Rabu (25/8/2021) lalu.

“Kami sangat mengapresiasi kinerja Kapolda Sulsel dan jajarannya atas pengungkapan kasus narkoba. Apalagi, dalam jumlah yang sangat besar,” ujar tokoh perempuan ini.

Bunda Syfa, sapaan akrab Hj Asyfa M Br Ginting Manik, Minggu (29/8/2021), mengatakan, hal ini merupakan prestasi yang luar biasa. Narkoba ini mengancam masa depan anak bangsa.

“Dengan adanya penangkapan ini, berarti telah menyelamatkan masa depan anak bangsa,” kata wanita berdarah Mandar, Bugis, dan Batak ini.

Pemerhati wong cilik ini, menjelaskan, perlu dukungan tokoh-tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama, dan lainnya dalam mengawasi peredaran narkoba di tengah masyarakat.

Bunda Syfa pada kesempatan ini, mengungkapkan, ke depannya perlu pengawasan ketat dalam pengawasan peredaran narkoba.

“Perbatasan Sulsel dan Sulbar begitu juga Sulteng dan kota tempat transit, seperti di Pelabuhan Kota Parepare kan transit dari Kalimantan harus diperketat penjagaannya,” terang Bunda Syfa.

Sebelumnya, Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sulsel berhasil melakukan tangkapan besar sekaligus menggagalkan peredaran narkotika dalam jumlah banyak.

Yaitu, sebanyak 40 Kilogram (Kg) narkotika jenis sabu-sabu dan 4.000 butir ekstasi.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol E Zulpan, menjelaskan, pengungkapan berawal dari laporan informasi penyelidikan Tim Khusus (Timsus) Ditresnarkoba Polda Sulsel tentang adanya peredaran gelap narkotika di wilayah Kota Makassar.

“Awalnya, Timsus (Ditresnarkoba Polda Sulsel) menangkap pelaku RL, Rabu (25/8/2021), di salah satu hotel di Makassar dan dari hasil interogasi diketahui, akan ada transaksi narkotika di salah satu hotel lainnya,” papar Zulpan saat melakukan jumpa pers di Ruang Lobi Mapolda Sulsel, Kamis (26/8/2021) .

Zulpan didampingi Wadir Narkoba Polda Sulsel dan Kasubdit Penmas Polda Sulsel, menjelaskan, Timsus yang dipimpin langsung Dirresnarkoba Polda Sulsel Kombes Pol La Ode Aries Elfatar didampingi Kanit Timsus Kompol Rafiuddin selanjutnya melakukan pengembangan dan berhasil menangkap SY (37) seorang sopir truk, warga Jl Gang Mulia, Kecamatan Sungai Jinga, Banjar Utara, Kalsel dan JA (24) warga Makassar.

Selanjutnya, kata Zulpan, saat aparat menangkap SY, juga ditemukan dalam penguasaannya pada sebuah kamar hotel barang bukti berupa 1 tas koper berisi 30 bungkus sabu, 1 bungkus ekstasi berisi 2.000 butir, dan barang bukti lainnya berupa handphone dan mobil.

Ditambahkan, dari interogasi terhadap SY, diketahui masih ada barang bukti berupa sabu di rumahnya Kompleks Griya Harapan Pampang, Makassar, sehingga pada saat itu juga Timsus Ditresnarkoba Polda Sulsel melakukan penggeledahan pada rumah tersebut dan kembali ditemukan 10 bungkus sabu, 1 bungkus ekstasi berisi 2.000 butir dan juga diamankan sebuah mobil truk.

“Jadi dalam pengungkapan ini secara keseluruhan aparat Ditresnarkoba Polda Sulsel berhasil menggagalkan peredaran 40 Kg sabu dan 4.000 butir ekstasi,” jelasnya.

Zulpan yang memimin jumpa pers ini, mengungkapkan, pelaku SY sudah bekerja sebagai kurir sabu sejak awal Maret 2021 dan melakukan pengantaran sabu dalam sebulan sebanyak satu sampai dua kali.

Dalam kesempatan ini, Kabid Humas juga mengatakan, pengungkapan 40 Kg sabu dan 4.000 butir ekstasi di Makassar sangat diapresiasi Kapolda Sulsel Irjen Pol Merdisyam.

Zulpan menyampaikan harapan Kapolda Sulsel agar kasus ini, diusut hingga tuntas, dengan memburu pelaku pelaku lain yang terlibat.

Pada akhir keterangannya, Zulpan mengatakan, para pelaku cukup bukti melakukan tindak pidana dengan cara menawarkan untuk dijual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan narkotika golongan satu dan atau memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan narkotika golongan satu jenis sabu, dan atau percobaan permufakatan jahat tindak pidana narkotika golongan satu jenis sabu dan ekstasi, sebagaimana dimaksud dalam pasal 114 ayat (2) subs pasal 112 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1), Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top