search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Prof Kadir, JK, dan SYL Tampil Mesra Saat Hadiri Vaksinasi Massal IKA Unhas di Jakarta

doelbeckz - Pluz.id Senin, 30 Agustus 2021 23:00
TAMPIL MESRA. Guru Besar Fakultas Kedokteran Unhas Prof dr Abdul Kadir PhD Sp THT-KL(K) menyambut hangat Ketua Umum PMI Jusuf Kalla dan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, saat hadir dalam Vaksinasi Massal IKA Unhas dosis 2 di Jakarta, Minggu (29/8/2021). foto: istimewa
TAMPIL MESRA. Guru Besar Fakultas Kedokteran Unhas Prof dr Abdul Kadir PhD Sp THT-KL(K) menyambut hangat Ketua Umum PMI Jusuf Kalla dan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, saat hadir dalam Vaksinasi Massal IKA Unhas dosis 2 di Jakarta, Minggu (29/8/2021). foto: istimewa

PLUZ.ID, JAKARTA – Guru Besar Fakultas Kedokteran Unhas Prof dr Abdul Kadir PhD Sp THT-KL(K) menyambut hangat Ketua Umum PMI Jusuf Kalla (JK) dan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL), saat hadir dalam Vaksinasi Massal IKA Unhas dosis 2 di Jakarta, Minggu (29/8/2021).

Keakraban ketiga tiga tokoh tersebut menyita perhatian alumni Unhas. Pasalnya, Prof Kadir, sapaan akrab Prof dr Abdul Kadir PhD Sp THT-KL(K), adalah salah seorang calon Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar yang sudah mendaftar sebagai calon dalam Pemilihan Rektor (Pilrek) Unhas periode 2022-2026. Sedangkan JK adalah Ketua Umum Ikatan Alumni (IKA) Unhas dan Syahrul Yasin Limpo adalah Ketua IKA Fakultas Hukum Unhas.

“Kalau tiga tokoh Unhas itu sudah kompak, selesai barang-barang,” ujar seorang alumni.

Vaksinasi Massal IKA Unhas dosis 2 ini, juga dihadiri Direktur Utama Nindya Karya Haedar A Karim sekaligus tuan rumah kegiatan vaksinasi Covid-19 di Jakarta, Dinas Kesehatan DKI Jakarta Sudin, dan pimpinan Puskesmas Kramat Jati. Haedar A Karim adalah Ketua Ikatan Alumni Teknik (IKATEK) Unhas.

Prof Kadir selaku Dirjen Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), dalam sambutannya menyatakan, vaksinasi merupakan langkah dan ikhtiar untuk mengatasi pandemi Covid-19 agar tercipta herd ummunity.

Ditegaskan Prof Kadir, herd immunity adalah hasil kerja berjemaah.

“Diperlukan partisipasi masyarakat untuk mewujudkan herd immunity,” tegasnya.

Prof Kadir mengatakan, sesuai arahan Presiden RI, vaksinasi Covid-19 diharapkan dapat mencapai 2 juta per hari.

“Masyarakat yang telah divaksin tetap harus melaksanakan protokol Kesehatan sedangkan pemerintah tetap melakukan 3 T (Testing, Tracing, dan Treatment) agar dapat memutus mata rantai Covid-19 ini, merupakan penyelesaian di hulu bukan hanya pengobatan di rumah sakit,” jelas Prof Kadir.

Kegiatan vaksinasi massa IKA Unhas di Jakarta untuk vaksin tahap 1 sebanyak 116 persen, yaitu 90.400 orang dari target 80.600, karena warga di luar DKI Jakarta juga vaksin di Jakarta sedangkan vaksinasi Covid-19 tahap 2 sudah 65 persen.

Sementara, Jusuf Kalla menyatakan, 18 bulan dilewati dalam kekhawatiran, ketakutan terhadap Covid-19, dan harus memakai masker.

“Dalam menyelesaikan Covid-19, maka masyarakat tugasnya 3M sedangkan tugas pemerintah adalah 3T. Untuk mencapai herd immunity 70 persen harus ada gotong royong secara nasional dan melibatkan masyarakat,” jelas Jusuf Kalla.

Yang dimaksud 3M adalah Memakai masker, Menjaga jarak, dan Mencuci tangan memakai sabun.

Sedangkan 3T adalah Testing, Tracing, dan Treatment.

Menteri Pertanian (Mentan) RI, Syahrul Yasin Limpo, menegaskan, butuh kebersamaan menghadapi Covid-19.

“Menghadapi Covid-19 ini, butuh kebersamaan semua elemen, semua strata. Hanya ada satu jawaban, kegotongroyongan menghadapi turbulensi dan bencana salah satu solusi yang paling utama,” katanya.

SYL mengatakan, IKA Unhas bersama Nindya Karya dan tentu saja bersama pemerintah, baik provinsi maupun kabupaten dan kota, serta Kementerian Kesehatan menghadirkan upaya dan vaksinasi yang baik.

“Terpenting, persaudaraan hadir dalam relung-relung turbulensi atau tantangan-tantangan pandemi ini. Kita yakin, dengan kegotongroyongan dengan hati yang tulus dengan ikhlas, semua akan kita hadapi dan tentu saja dengan senantiasa memohon hidayat dan rahmat dari Allah SWT,” jelas Gubernur Sulsel dua periode ini.

Haedar A Karim mengaku, senang atas kehadiran tiga tokoh tersebut.

“Saya senang, surprise dan bangga, karena Kakanda SYL berkenan mampir di Nindya Karya. Itulah nikmatnya ber-IKA, karena kita tanpa batas dan tanpa sekat kita berbuat untuk kemanusiaan,” kata Haedar A Karim.

Semenara, Ketua Panitia Vaksinasi Massal IKA Unhas, Muhammad Ismak, menghaturkan terima kasih kepada Nindya Karya.

“Bagi kami panitia hanya bisa berterima kasih kepada Nindya Karya atas seluruh sarana dan prasarana termasuk SDM (Sumber Daya Manusia) Nindya Karya yang turun dengan tim penuh,” katanya.

“Kami mendoakan Kak Haedar dan keluarga besar Nindya Karya makin sukses ke depannya,” tambah Muhammad Ismak.

“Kami bangga dengan cara-cara Kak Haedar mengelola IKATEK dan bekerjasama dengan alumni selain Teknik pun ok banget,” sambung Salahuddin Alam, Sekretaris Panitia.

Unhas bekerja sama dengan IKA Unhas, Kementerian Kesehatan RI, Palang Merah Indonesia (PMI), dan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menggelar vaksinasi massal di Makassar dan Jakarta.

Ketua Panitia Vaksinasi Massal IKA Unhas Muhammad Ismak dan Salahuddin Alam melaporkan,vaksinasi massal dosis 1 digelar pada 10-15 Juli di GOR Unhas dan halaman RS Pendidikan Unhas untuk wilayah Sulsel.

Target dalam vaksinasi pada 10-15 Juli 2021 adalah tenaga akademik, alumni, dan mahasiswa sebanyak 20 ribu orang.

Sedangkan vaksinasi massal dosis 1 di Jakarta dilaksanakan pada 21-23 Juli di halaman Kantor PT Nindya Karya, kawasan Cawang Jakarta Timur, dengan target 2.500 orang alumni beserta keluarganya.

“Target kami sekitar 22.500 orang untuk alumni, tenaga akademik maupun keluarganya” tutur Muhammad Ismak. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top