search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Nurhaldin Dorong Revisi Perda Pelayanan Kesehatan

doelbeckz - Pluz.id Selasa, 31 Agustus 2021 23:00
Andi Nurhaldin NH. foto: istimewa
Andi Nurhaldin NH. foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Anggota DPRD Kota Makassar, Andi Nurhaldin NH, menggelar sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Kota Makassar nomor 7 tahun 2009 tentang Pelayanan Kesehatan di Hotel Horison Makassar, Selasa (31/8/2021).

Nurhaldin mengatakan, regulasi ini sudah tidak relevan dengan kondisi saat ini. Apalagi, masa pandemi banyak poin dalam aturan ini, yang harus dikaji ulang, sehingga dirinya mendorong agar Perda tentang Pelayanan Kesehatan mesti direvisi.

“Perda ini sudah ada sejak 2009 lalu, masih di zaman Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin. Tidak sama lagi 12 tahun lalu dengan pelayanan publik saat ini makanya harus direvisi ini perda,” ujarnya.

Nurhaldin menjelaskan, sektor kesehatan ini menjadi pelayanan dasar masyarakat, sehingga perlu ada payung hukum yang menjadi acuan dalam menjalankan aturan.

“Hadirnya perda ini menghilangkan kecemasan warga untuk berobat. Kami bersama eksekutif bersama-sama menjamin penyelenggaraan pelayanan kesehatan bisa berjalan dengan baik,” ungkapnya.

Pada kesempatan ini, Wakil Ketua DPRD Kota Makassar ini, mengingatkan masyarakat tentang pentingnya vaksinasi. Cara itu, diyakini menjadi salah satu upaya pemerintah memutus mata rantai Covid-19.

“Kita lihat di pertandingan sepak bola di Eropa, semua penonton bebas masuk tanpa protkes. Itu, karena mereka 100 persen yang masuk sudah divaksin,” paparnya.

Sementara, Narasumber Kegiatan, Irma Kusuma, menjelaskan, perda ini sangat penting, karena menjadi dasar acuan pelaksanaan. Dimana, regulasi ini mengatur terkait pembebasan biaya pelayanan, baik di Puskesmas dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).

“Kalau di Puskesmas, semua bebas biaya pelayanan mulai rawat inap persalinan dan umum. Kemudian, pemeriksaan dokter, pengobatan, dan konsultasi kesehatan,” ucap Irma. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top