search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Pemerintah Perketat Pengawasan Internasional Mencegah Masuknya Varian Mu

doelbeckz - Pluz.id Rabu, 08 September 2021 12:00
Prof Wiku Adisasmito. foto: istimewa
Prof Wiku Adisasmito. foto: istimewa

PLUZ.ID, JAKARTA – Varian Mu atau B.162.1 yang pertama kali ditemukan di Kolombia telah ditetapkan WHO sebagai varian yang diamati atau Varian of Interest (VoI) per 30 Agustus 2021.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito, menegaskan, berdasarkan hasil Whole Genome Sequencing (WGS) per 6 September 2021, varian ini tidak ditemukan di Indonesia.

“Dalam hal ini pemerintah senantiasa berupaya mencegah masuknya varian baru dari luar Indonesia melalui pengetatan kebijakan karantina internasional, entry dan exit testing serta persyaratan vaksin,” Wiku menjawab pertanyaan media dalam agenda Keterangan Pers di Graha BNPB, yang juga disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (7/9/2021).

Prof Wiku menjelaskan, VoI merupakan varian yang mengalami perubahan pada susunan genetikanya dan dapat mempengaruhi karakteristik virus. Dan saat ini karakteristik varian Mu masih diteliti terkait tingkat risiko penularannya dan kekuatannya.

“Indikasi karakteristik varian Mu, seperti lebih ganas dari varian delta atau bisa menghindari kekebalan tubuh, masih berupa perkiraan dan masih terus diteliti lebih dalam,” katanya.

Selain itu, pemerintah berupaya mencegah munculnya varian baru di dalam negeri melalui strategi vaksinasi, serta melalui berbagai kebijakan menyeluruh yang mampu menekan angka kasus. Tentunya hal ini dapat berhasil jika dibarengi peran aktif masyarakat yang tetap mempertahankan disiplin 3M dan sudah divaksinasi. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top