search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

UIN Alauddin-Pemkot Makassar Kaloborasi Garap Pesisir

doelbeckz - Pluz.id Rabu, 08 September 2021 15:00
MOU. Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto melakukan pemandatanganan MoU dengan Rektor UIN Alauddin Makassar Prof Drs Hamdan Juhannis MA PhD, Rabu (8/9/2021). foto: istimewa
MOU. Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto melakukan pemandatanganan MoU dengan Rektor UIN Alauddin Makassar Prof Drs Hamdan Juhannis MA PhD, Rabu (8/9/2021). foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar dalam hal ini Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto melakukan pemandatanganan Momorandum of Understanding (MoU) dengan Rektor UIN Alauddin Makassar Prof Drs Hamdan Juhannis MA PhD, Rabu (8/9/2021).

MoU ini terkait kalobarasi pemkot dan UIN Alauddin untuk menggarap berbagai sektor di bagian pesisir Kota Makassar. Terutama pemberdayaan masyarakat pesisir.

Danny Pomanto pun mendukung penuh langkah yang diambil UIN Alauddin, sebab Pemkot Makassar butuh kampus yang berinovasi yang melakukan kajian ilmiah.

“Pemkot butuh kampus dalam berbagai aspek. Tidak ada inovasi tanpa kajian ilmiah. Ini bukan percobaan, tapi namanya menyangkut masyarakat harus dikaji ahli,” ucapnya.

MoU ini dianggap Danny sebagai bagian penting untuk raise up dan bangkit kembali utamanya dalam kebangkitan perekonomian masyarakat pesisir.

“Makassar Recover beri dampak DNA konsep yang jelas. MoU bagian penting bagi pemkot untuk raise up dan bangkit kembali terutama dalam berbagai aspek ruang. Ada posisi yang akan diambil UIN Alauddin misalnya pesisir dan pulau. Kami percaya Pak Rektor out of the box,” sebutnya.

Sementara, Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof Drs Hamdan Juhannis MA PhD, menambahkan, MoU ini sebenarnya sudah berlangsung sejak lama. Namun, untuk hari ini hanya lebih memperkuat saja.

“Kita formalkan MoU yang sudah berlangsung lama sejak periode sebelumnya. Kali ini kita coba perkuat berkolaborasi buat inovasi bersama bangun kolektivitas untuk penguatan kemitraan misalnya dengan lorong kita bisa di masyarakat pesisir pemberdayaan DNA kesejahteraannya. Terutama pulau banyak kajian ilmiah bisa diuji coba dengan produk ini kita tawarkan kita minta support pemkot bersinergi,” ungkapnya.

Penelitian ini, kata Hamdan, berbasis unsur pengabdian dan pemberdayaan. Termasuk para peserta KKN nantinya akan diarahkan mendukung program kemitraan tersebut. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top