search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Vale Indonesia Berpartisipasi dalam Public Expose Live 2021

doelbeckz - Pluz.id Rabu, 08 September 2021 14:00
VALE INDONESIA. Aktivitas tambang di PT Vale Indonesia Tbk. foto: istimewa
VALE INDONESIA. Aktivitas tambang di PT Vale Indonesia Tbk. foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – PT Vale Indonesia Tbk (“PT Vale” atau “Perseroan”, IDX Ticker: INCO) dan entitas anaknya (bersama “Grup”), hari ini, Rabu (8/9/2021), menyelenggarakan paparan publik tahunan 2021 sebagai bentuk tranparansi dan akuntabilitas kepada publik, terutama pemegang saham.

Sama seperti tahun sebelumnya, paparan publik tersebut dilakukan secara daring. Dengan berpartisipasi dalam rangkaian acara Public Expose Live 2021 yang diselenggarakan PT Bursa Efek Indonesia (BEI).

Dalam pemaparannya tersebut, PT Vale menegaskan kembali pencapaian kinerja keuangan untuk triwulan kedua tahun 2021 (“2T21”) yang telah dipublikasikan sebelumnya.

Dengan angka produksi yang lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2020, Grup mengirimkan 15.845 metrik ton (“t”) nikel matte dan mencatat penjualan sebesar AS$208,4 juta untuk 2T21.

Presiden Direktur PT Vale, Febriany Eddy, mengatakan volume penjualan sekitar 7 persen lebih tinggi pada 2T21 dibandingkan pada triwulan pertama tahun 2021 (“1T21”), mengimbangi harga realisasi rata-rata yang lebih rendah pada 2T21.

“Kami telah menyelesaikan kegiatan pemeliharaan kritikal pada triwulan ini yang memungkinkan kami mengoptimalkan proses produksi sampai akhir tahun. Saya menghargai kerja keras karyawan dan kontraktor kami untuk terus memberikan hasil yang positif sambil mengelola resiko penyebaran Covid-19 secara efektif dalam kegiatan operasi kami,” ujarnya.

Grup mencatat EBITDA sebesar AS$72,3 juta pada 2T21, lebih rendah dari yang tercatat pada 1T21 sebesar AS$88,9 juta, terutama disebabkan biaya yang lebih tinggi dan harga realisasi rata-rata nikel yang lebih rendah. Grup berhasil mencatat laba positif sebesar AS$25,1 juta pada 2T21, turun dari laba sebesar AS$33,7 juta pada 1T21 sejalan dengan penurunan EBITDA.

Namun, laba pada semester pertama tahun 2021 sebesar AS$58,8 juta lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu ketika Grup mencatat laba sebesar AS$53,1 juta. Beban pokok pendapatan Grup pada 2T21 meningkat 13 persen menjadi AS$174,3 juta dari AS$154,8 juta pada 1T21 didorong kenaikan harga komoditas utama, seperti minyak dan batubara.

Dibandingkan dengan 1T21, konsumsi HSFO per metrik ton nikel matte meningkat 22 persen, sementara konsumsi batubara turun 12 persen, mengimbangi HSFO yang lebih tinggi pada 2T21. Selama periode ini, baik harga HSFO, diesel dan batubara mengalami peningkatan masing-masing sebesar 17 persen, 17 persen dan 10 persen.

Kas dan setara kas Grup pada 30 Juni 2021 sebesar AS$426 juta, naik dari AS$386 juta pada posisi 31 Maret 2021. PT Vale senantiasa berhati-hati dan mengambil langkah-langkah yang bijak untuk mengendalikan pengeluaran dan menjaga ketersediaan kas.

PT Vale mengeluarkan sekitar AS$33,3 juta untuk belanja modal pada 2T21, mengalami penurunan sebanyak 14 persen dari yang dikeluarkan pada 1T21 sebesar AS$38,5 juta.

“Perseroan akan tetap fokus pada berbagai inisiatif produktivitas dan penghematan biaya untuk mempertahankan daya saing Perseroan dalam jangka panjang tanpa mengkompromikan nilai utama Perseroan, yaitu keselamatan jiwa merupakan hal terpenting, menghargai kelestarian bumi dan komunitas kita,” katanya.

Selanjutnya, Perseroan memaparkan upaya-upaya yang dilakukan dalam rangka mendukung pemerintah dalam menanggulangi Covid-19 di wilayah operasi Perseroan, serta keberhasilan Perseroan dalam melakukan pembinaan dan pendampingan kepada masyarakat di empat wilayah pemberdayaan sebagai bentuk tanggung jawab sosial Perseroan.

“Perseroan juga senantiasa melakukan upaya-upaya untuk memelihara kelestarian lingkungan di wilayah operasi Perseroan.

Perseroan menghimbau pembaca untuk melihat ikhtisar pencapaian Grup. Pencapaian operasional serta hasil keuangan yang belum diaudit telah dirangkum pada halaman selanjutnya,” jelas Febriany Eddy. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top