PON XX Papua 2021
PLUZ.ID, PAPUA – Atlet cabang olahraga senam, Muthia Nur Cahya, mempersembahkan medali emas kedua untuk kontingen Provinsi Sulsel pada Pekan Olahraga (PON) XX Papua 2021.
Mutfia mengalahkan tiga rekan sesama penghuni Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) lainnya, yaitu Tasza Miranda dari Jawa Timur dan Martiani dari DKI Jakarta, pada pertandingan senam yang berlangsung di Gedung Senam Stadion Lukas Enembe, Minggu (3/10/2021) lalu.
Sementara, emas pertama untuk kontingen Sulsel dipersembahkan Sri Eviyanti dari cabang olahraga muay thai.
Keberhasilannya meraih emas pada ajang PON ini, membuat Muthia bahagia penuh haru. Pasalnya, sebelum ini, Muthia sempat menemui kegagalan di bidang lainnya. Sempat mendaftar sebagai Polisi Wanita (Polwan), namun wanita kelahiran Makassar, 23 September 2002, gagal.
“Tahun 2020 lalu sempat mendaftar, tapi gugur, karena kurang tinggi sedikit,” kata Muthia saat ditemui di Gelanggang Olahraga Istora Papua Bangkit, Stadion Lukas Enembe, Senin (4/10/2021).
Muthia mendaftar sebagai Polwan pada 2020 atau setelah menyelesaikan pendidikan SMA dengan berbagai prestasi pada cabang olahraga senam sekaligus memasukan rekomendasi tersebut.
“Ada rekomendasi Asian Games 2018, ASEAN School Games (ASG) 2017. Kalau nasional ada Pra PON 2019,” ujarnya.

Muthia Nur Cahya. foto: istimewa
Muthia pun menyebutkan, jika pada ASEAN School Games (ASG) 2017 di Singapura ia mampu meraih medali.
“ASG satu medali Emas dan satu perunggu. Kalau Pra PON satu perak,” sebutnya.
Gagal menjadi Polwan, Muthia lebih memilih melanjutkan pendidikan dengan mendaftar di Universitas Negeri Makassar (UNM) dengan mengambil Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga.
“Jadi mahasiswa baru di UNM pada 2021 ini,” katanya.
Dengan prestasi ia peroleh, Muthia masih memiliki cita-cita menjadi Polwan walau saat ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel menjanjikan bagi peraih medali emas sebagai Pegawai Negeri Sipil (ASN).
“Kan (Pemerintah Provinsi) janjikan PNS, tapi masih ada (keinginan jadi Polwan),” harapnya. (***)