search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Gakkum LHK Temukan Multi Kejahatan di Tambang Jeneberang

doelbeckz - Pluz.id Selasa, 12 Oktober 2021 10:00
RAKOR. Sekda Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani (tengah), memimpin rapat koordinasi bersama stakeholder terkait wilayah tambang Jeneberang, Kabupaten Gowa di Ruang Rapim Kantor Gubernur Sulsel, Senin (11/10/2021). foto: istimewa
RAKOR. Sekda Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani (tengah), memimpin rapat koordinasi bersama stakeholder terkait wilayah tambang Jeneberang, Kabupaten Gowa di Ruang Rapim Kantor Gubernur Sulsel, Senin (11/10/2021). foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Gakkum LHK) Wilayah Sulawesi menemukan multi kejahatan di wilayah tambang Jeneberang, Kabupaten Gowa. Hal tersebut mengakibatkan hancurnya Sungai Jeneberang.

“Hancurnya sungai itu disebabkan masalah tambang, saya kira bisa dilihat bahwa ada multi dimensi faktor dan multi pelaku, multi kejahatan. Kenapa disebut kejahatan? Karena ada beberapa kerugian di sepanjang sungai Jeneberang,” beber Dodi Kurniawan, Kepala Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Gakkum dan LHK) Wilayah Sulawesi di rapat koordinasi bersama stakeholder terkait, di Ruang Rapim Kantor Gubernur Sulsel, Senin (11/10/2021).

Sedikitnya, ada 24 tambang di sepanjang Sungai Jeneberang yang belum memiliki rekomendasi dari pihak terkait. Selain itu, ada juga dugaan Pungutan Liar (Pungli) pajak kendaraan yang keluar masuk.

“Contoh di sana ada pajak. Nah, siapa yang menikmati pajak yang ada di sana setiap hari dan terjadi pungli. Atau ini masuk di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa atau memang ada pihak yang diuntungkan di sana,” tegasnya.

Sementara, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani, berharap ada langkah cepat untuk perlindungan kerusakan di sekitar sungai Jeneberang. Pemerintah provinsi siap menjadi supporting sistem, kalau ada hal-hal yang bisa dikerjakan bersama.

“Kalau kita bisa support kenapa tidak? Ini untuk kepentingan satu daerah dalam mempercepat perlindungan untuk masyarakat,” ungkapnya.

Abdul Hayat mengatakan, dengan melihat keadaan Das Jeneberang sekarang ini, di mana-mana ada tambang yang diyakini menjadi ancaman bagi semua.

“Mudah-mudahan dari paparan informasi nanti, ada semacam ide gagasan untuk kita bisa lakukan secara bersama-sama,” harapnya. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top