search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Tiran Group Bangun Smelter Nikel di Konut Serap 1.000 Tenaga Kerja

doelbeckz - Pluz.id Rabu, 13 Oktober 2021 18:00
HM Sattar Taba. foto: istimewa
HM Sattar Taba. foto: istimewa

Kerja Sama Tiga Perguruan Tinggi di Kendari

PLUZ.ID, KENDARI – PT Tiran Mineral yang merupakan salah satu anak perusahaan PT Tiran Group tengah melakukan pembangunan smelter nikel di Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra), dan berencana akan menyerap 1.000 tenaga kerja.

Direktur Utama PT Tiran Group, HM Sattar Taba, mengatakan, saat ini progres pembangunan usaha tersebut sudah dalam tahap penandatanganan kontrak dengan pemangku kepentingan atau stakeholder.

“Insya Allah, sekarang ini kita lagi tahap penandatanganan kontrak untuk pengadaan smelter sebanyak dua unit dan selanjutnya setelah selesai akan kami tambah lagi dua unit,” kata Sattar Taba melalui keterangan resmi, Rabu (13/10/2021).

Kapasitas dari smelter yang tengah dibangun saat ini, kurang lebih satu juta ton per tahun dengan nilai total investasi untuk empat unit smelter sekitar Rp4,9 triliun.

“Untuk tahun ini kita habiskan anggaran Rp1,8 triliun digunakan untuk pembangunan sarana dan prasarananya, mulai dari pabrik hingga jalannya semua kita kerjakan,” ungkapnya.

Ditargetkan pada akhir tahun 2022, satu unit smelter yang dibangun sudah selesai dan bisa digunakan di bawah naungan PT Tiran Mineral.

“Mohon doa dan dukungan dari bapak-bapak semua semoga ini segera berhasil, sehingga dapat menambah pendapatan daerah, menambah penyerapan tenaga kerja, dan juga akan menambah lahirnya pengusaha-pengusaha UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) di sekitar industri tersebut. Smelter juga akan menyerap tenaga kerja hingga 1.000 orang,” jelasnya.

Untuk mendukung pengembangan industri pertambangan nikel dan penyerapan tenaga kerja yang ada di Sulawesi Tenggara (Sultra) PT Tiran Group menggandeng tiga Perguruan Tinggi yang ada di Kota Kendari. Hal ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum Of Understanding (MoU), Selasa (12/10/2021).

MOU. Direktur Utama PT Tiran Group HM Sattar Taba bersama Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari Prof Muhammad Zamrun Firihu memperlihatkan nota MoU kedua belah pihak, Selasa (12/10/2021). foto: istimewa

Tiga perguruan tinggi tersebut, diantaranya Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Stikes Mandala Waluya, dan Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra).

Sattar Taba mengatakan, melalui kerja sama ini bisa bermanfaat bagi masyarakat Sultra khususnya para mahasiswa.

“Kami akan menjalankan apa yang diperintahkan founder untuk membantu masyarakat di Sultra,” ungkapnya.

Sattar Taba menambahkan, saat ini perusahaan mengutamakan karyawan atau pekerjaan lokal.

“Perusahaan ini murni pekerja lokal tidak ada pekerja asing dan perusahaan ini tidak memiliki utang,” terangnya.

Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Prof Muhammad Zamrun Firihu, mengatakan, kegiatan ini untuk menyukseskan program Merdeka Belajar, Kampus Merdeka dari Kemendikbud RI. Dimana salah satu poin pentingnya adalah mahasiswa diberikan hak untuk melihat dunia luar.

“Dunia luar itu maksudnya bisa di dunia kerja, di perusahaan, pemerintahan atau bisa saja di badan-badan resmi pemerintah maupun dari luar negeri. Adanya kerja sama ini mahasiswa akan lebih memahami praktiknya,” ucap Zamrun.

Saat ini, jumlah tenaga kerja di Sultra yang bekerja di PT Tiran Group sekitar 7.000 karyawan dengan berbagai bidang usaha, mulai dari pabrik gula, perkebunan tebu, perkebunan sawit, perkebunan cokelat, pertambangan nikel, dan distributor produk Unilever. Dimana saat ini sudah ada 46 cabang yang dimiliki perusahaan PT Tiran Group. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top